Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Reelawan mengevakuasi pohon beringin yang tumbang di kompleks Masjid Gede Mataram Kotagede, Kamis (29/1/2026)./ist relawan
Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah pohon beringin berusia ratusan tahun yang berada di depan kompleks Masjid Gede Mataram dan Makam Raja Kotagede tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan.
Salah seorang saksi mata, Yani, mengungkapkan angin kencang sudah terasa sebelum pohon tumbang. Saat itu ia berada di pendopo tepat di bawah beringin tua tersebut.
“Anginnya kencang sekali sampai pohonnya kelihatan sudah ngeri. Saya langsung pindah ke panggung karena berpikir kalau terjadi apa-apa masih terlindungi seng,” ujarnya.
Tak lama setelah hujan deras turun, Yani mendengar suara patahan keras dari batang pohon.
“Tiba-tiba terdengar suara ‘kretek… rreeettt’. Saya langsung lari ke parkiran. Padahal di warung itu ada beberapa orang,” katanya.
Beruntung, arah angin yang berlawanan membuat orang-orang di warung terhindar dari tertimpa pohon. Meski begitu, beberapa sepeda motor dilaporkan rusak akibat tertimpa batang dan ranting besar.
“Banyak motor yang terdampak. Ada yang sampai hancur dan sudah dievakuasi,” ungkap Yani.
Relawan Bumi Mataram Rescue Kotagede, Muhammad Syaparuddin, menyebut pohon beringin tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad.
“Usianya lebih dari 100 tahun, ini dari zaman Sultan pertama,” jelasnya.
Ia menambahkan kondisi pohon memang sudah tua dan rentan roboh. Bahkan, kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya.
“Sudah empat kali dahan atau bagiannya roboh, tapi yang paling besar baru kali ini,” kata Syaparuddin.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan bahwa peringatan dini cuaca ekstrem telah dikeluarkan BMKG DIY pada pukul 13.15 WIB. Peringatan tersebut mencakup potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang di seluruh wilayah DIY.
Ruruh merinci, di Kabupaten Sleman terdapat dua titik terdampak di Kapanewon Gamping berupa pohon tumbang yang mengganggu akses jalan serta merusak satu rumah warga.
Di Kota Jogja, tiga titik terdampak tercatat di Kemantren Kotagede, meliputi dua kejadian pohon tumbang, satu gangguan jaringan listrik, serta satu rumah mengalami kerusakan.
Sementara di Kabupaten Bantul, dampak paling banyak terjadi dengan total 25 titik pohon tumbang yang tersebar di tujuh kapanewon, yakni Banguntapan, Kasihan, Sedayu, Bantul, Kretek, Sanden, dan Pleret.
“Dampaknya meliputi 25 titik pohon tumbang, satu akses jalan tertutup, empat rumah rusak, satu mobil, empat sepeda motor, warung, satu jaringan listrik terganggu, serta fasilitas umum di kompleks Masjid Gede Mataram,” papar Ruruh.
BPBD DIY bersama relawan dan unsur terkait masih terus melakukan penanganan di lapangan serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas