Program Perintis di Sleman Pangkas Waktu Balik Nama Tanah Jadi 10 Hari
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
Lapak pedagang kaki lima (PKL) kuliner. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman menjelaskan duduk perkara para driver jasa pengantar makanan daring mendatangi kantor salah satu pelanggan di Godean.
Di media sosial, beredar narasi jasa pengantar makanan daring mendatangi rumah atau kantor dari seorang pemesan makanan. Pemesan tersebut disebut diduga melakukan pengembalian dana yang merugikan pihak resto dan driver beberapa kali.
BACA JUGA: KSPI Prihatin, DPR Terima Rp3 Juta per Hari, Buruh Hanya Rp20.000
Di situ dijelaskan jika pemesan melaporkan kepada aplikasi bahwa pesanan tidak sampai dan diterima oleh pemesan. Padahal dalam unggahan itu disebutkan jika pelanggan sudah menerima pesanan.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun menjelaskan kasus ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Sleman. "Hasil koordinasi dengan Kasatreskrim perkara masih proses penyelidikan. Demikian," terang Salamun pada Sabtu (23/8/2025).
Salamun menerangkan, awal mulanya pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 23.00 WIB sebuah kantor di Godean didatangi massa dari kalangan jasa pengantar makanan daring. Para driver meminta klarifikasi kepada seorang pelanggan yang berulang kali memesan makanan akan tetapi selalu bilang tidak cocok.
BACA JUGA: Temui Sultan HB X, Fraksi Gerindra Siap Perjuangkan Danais ke Pusat
"Kedatangan driver tersebut bertujuan untuk klarifikasi tentang pesanan costumer yang bernama SU yang sudah empat kali pesan dan costumer tidak cocok atau tidak sesuai dengan pesanan pada hal dari pihak resto sudah benar," terang Salamun.
Hal tersebut memicu kemarahan sejumlah driver. Tidak hanya itu, tindakan ini juga merugikan pihak restoran yang beralamat di Godean, Sleman. "Hal itu memicu kemarahan pihak driver dan pihak resto yang merasa dirugikan sehingga mendatangi kantor [pemesan makanan]," ujarnya.
SU lanjut Salamun kemudian dibawa ke Polresta Sleman untuk mengklarifikasi masalah ini. "SU segera dibawa ke Polresta Sleman untuk mengklarifikasi masalah pesanan makanan yang dibatalkan sampai empat kali sehingga memicu kemarahan driver," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
Veda Ega Pratama bersiap menghadapi Moto3 Australia 2026. Modal finis keenam di Mandalika, ia harus beradaptasi dengan Phillip Island.
Pegadaian meraih dua penghargaan di Asian Innovation Excellence Awards 2026 di Singapura untuk inovasi teknologi dan pengalaman nasabah melalui transformasi
Practice MotoGP Australia di Phillip Island disebut dihentikan dua kali, setelah insiden Bezzecchi dan kemunculan walabi di lintasan.
Diperkirakan 45.000 warga etnis Korea memeluk Islam. Simak alasan spiritual, nilai kehidupan, dan peran komunitas Muslim di Korea Selatan.
Topan Champi memicu penutupan aktivitas di Taiwan. Lebih dari 600 penerbangan dibatalkan, 1.300 warga dievakuasi, dan hujan lebat mengancam.