Tetangga Korban Jadi Pelaku Pembobolan Toko Kelontong di Banguntapan
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dua petugas sedang menyiapkan drone untuk melakukan pencarian dua korban yang terbawa arus di Pantai Baru. /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL - Rencana pembangunan kawasan wisata di pesisir selatan Bantul bakal ditata lebih terarah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tengah menyiapkan master plan yang menjadi acuan utama sebelum ada pembangunan fisik di sepanjang garis pantai selatan.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menyebut master plan tersebut disusun bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan ditargetkan rampung pada tahun ini. Rencana induk itu akan meliputi seluruh kawasan pansela, dari barat hingga timur.
“Ke depan pembangunan harus sesuai dengan master plan,” ujarnya, Minggu (24/8).
Menurut Saryadi, dokumen perencanaan ini tidak hanya berisi arahan pembangunan, tetapi juga peruntukan kawasan serta rancangan tata ruang. Ia menegaskan, sebelum masuk ke pembangunan, status tanah di pansela harus dipastikan terlebih dahulu.
“Status tanahnya harus jelas dulu . Bukan hanya di tanah SG, di tanah kas desa atau tanah pribadi pun pembangunan butuh izin. Jadi clean and clear itu prinsip utama,” tegasnya.
Ia menambahkan, mayoritas lahan di kawasan pesisir merupakan tanah Sultan Ground (SG). Karena itu, izin pemanfaatannya mutlak harus melalui persetujuan Keraton. Namun, untuk mempercepat proses, Pemkab akan mengubah pola pengajuan agar lebih efisien.
“Kalau setiap pengelola wisata mengajukan izin sendiri-sendiri, prosesnya bisa berulang-ulang dan memakan waktu lama. Dengan terpadu, pemerintah daerah bisa mengendalikan pemanfaatan tanah SG agar sesuai dengan master plan,” katanya.
Meski begitu, Saryadi mengakui bahwa sebagian besar destinasi wisata di pansela Bantul hingga kini belum memiliki izin resmi dari Keraton. Situasi ini membuat pemerintah daerah tidak leluasa membangun fasilitas meskipun tersedia anggaran.
Kesulitan prosedur juga dirasakan pengelola di lapangan. Mulyandanu, pengelola Pantai Cangkring, mengungkapkan kebingungan warga terkait alur perizinan.
“Kami ini orang desa, jadi bingung mau ngurus kemana, izin apa saja yang harus dipenuhi, mengajukan bantuan kemana, kami kurang paham,” ujarnya saat dihubungi.
Ia menuturkan, pengelolaan Pantai Cangkring sudah dilakukan warga secara turun-temurun. Lahan yang dahulu digunakan untuk bertani dan membuat garam, kini dialihkan untuk tujuan wisata.
“Kami berusaha mengembangkan untuk wisata dengan catatan tidak ada perusakan,” jelasnya.
Namun, keterbatasan pengetahuan membuat warga kesulitan mengurus bantuan, baik untuk fasilitas pendukung maupun pembangunan gedung pertemuan. Mulyandanu berharap ada pendampingan dari pemerintah agar pengembangan wisata bisa lebih terarah.
Menutup penjelasannya, Saryadi menekankan kembali bahwa pengajuan izin tanah SG nantinya akan lebih sederhana melalui Pemkab.
“Kalau nanti sudah ada master plan, izin pemanfaatan tanah SG lebih efektif diajukan terpadu oleh Pemda. Kalau sudah begitu, pengelola tidak perlu lagi mengurus sendiri-sendiri,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k
Harga durian Vietnam kembali naik setelah ekspor ke China meningkat. Kebijakan baru bea cukai mempercepat pengiriman dan mendorong permintaan durian premium.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menciptakan kejutan besar di China Open 2026 setelah menyingkirkan unggulan kedua asal China Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian da
Satpol PP Bantul membongkar lokasi produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi. Petugas menyita 10 galon bahan baku, botol miras siap edar, dan sejumlah alat
Alwi Farhan tersingkir pada babak pertama China Open 2026 setelah kalah tiga gim dari Ayush Shetty. Hasil ini mengakhiri momentum positif yang dibangun di Japan