Derbi DIY Terwujud, Hasto Minta Suporter PSIM-PSS Tahan Emosi
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Stadion Mandala Krida - ist/BPO DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Polemik Stadion Mandala Krida, Kota Jogja yang belum bisa digunakan sebagai kandang PSIM Jogja turut menjadi perhatian Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu. Hal ini karena status stadion tersebut masih dalam pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dwi Wahyu menuturkan, saat ini DPRD DIY sudah mengusulkan kajian untuk renovasi stadion agar bisa kembali digunakan. Namun, langkah itu masih menunggu hasil koordinasi dengan KPK.
“Kajian sebetulnya sudah kami sampaikan di 2026 sebesar Rp1 miliar. KPK ingin turun ke lapangan untuk mengukur kerugian dan sebagainya, jadi kita tunggu saja,” ujar Dwi, Selasa (26/8/2025).
RB Dwi Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantul yang telah memberikan izin penggunaan Stadion Sultan Agung (SSA) sebagai kandang sementara PSIM Jogja.
“Mohon maaf dan terima kasih kepada Bantul yang sudah mengizinkan pinjaman stadion, karena di kota, Mandala Krida belum sempurna,” katanya.
Ia menegaskan, meski ada kendala administratif, pihaknya tetap berupaya agar Mandala Krida bisa segera dipakai kembali.
BACA JUGA: Kekerasan di RSUP Sardjito, DPRD DIY Serukan Perlindungan Hukum bagi Nakes
“Saya mohon maaf kepada teman-teman PSIM kalau stadion belum bisa digunakan, tetapi kita tetap berusaha agar bisa segera dipakai,” katanya.
Selain persoalan stadion, RB Dwi Wahyu juga menyoroti kerusuhan antarsuporter yang terjadi usai laga PSIM Jogja melawan Persib Bandung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8/2025). Ia mengaku prihatin atas insiden tersebut dan meminta adanya koordinasi yang lebih baik antarpendukung.
“Kerusuhan seharusnya bisa diantisipasi. Memang susah, tetapi sama-sama suporter harus ada koordinasi supaya di lapangan itu tidak terjadi perselisihan. Ini penting karena kita bicara soal psikologi massa,” ujarnya.
Ia menekankan, koordinasi antarkoordinator suporter menjadi kunci dalam mencegah bentrokan. “Koordinator antarsuporter dan antarkelompok harus betul-betul terkoordinasi agar situasi bisa lebih kondusif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.