JBBA 2026 Digelar Hari Ini, Apresiasi Bisnis Berkelanjutan di Jogja
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Dokter - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus kekerasan fisik yang dialami seorang dokter residen di RSUP Dr. Sardjito oleh salah satu keluarga pasien menjadi perhatian serius DPRD DIY.
Meski kasus tersebut telah berakhir damai melalui jalur mediasi, DPRD DIY menilai peristiwa ini harus dijadikan bahan evaluasi bersama untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan pentingnya menghentikan segala bentuk tindak kekerasan, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
Dwi menyebutkan, dua bidang tersebut merupakan layanan dasar masyarakat yang seharusnya terbebas dari praktik bullying maupun kekerasan dalam bentuk lain.
Menurutnya, tindak kekerasan sering kali muncul sebagai ekspresi emosional ketimbang rasionalitas. Kekerasan tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem yang kompleks mulai dari tekanan realitas, kelelahan mental, ketidakpercayaan terhadap institusi, hingga terpelihara oleh sistem kultural yang akut.
“Apapun alasannya, tindak kekerasan di ranah pendidikan hingga kesehatan harus berada di titik nol,” kata Dwi Wahyu, Selasa (26/8/2025).
Ia menilai perlu adanya perlindungan hukum yang jelas bagi profesi strategis seperti guru, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya.
Dengan model perlindungan yang terukur, para tenaga pendidik maupun kesehatan dapat bekerja secara aman tanpa tekanan kekerasan, sehingga pelayanan publik tetap optimal.
Dwi menambahkan, salah satu penyebab munculnya konflik antara tenaga medis dengan keluarga pasien adalah kurangnya pemahaman bersama mengenai aturan pelayanan. Ketika kepercayaan tidak terbangun, potensi gesekan hingga tindakan kekerasan bisa muncul.
“Bicara tentang pasien dan keluarga pasien di rumah sakit itu bicara trust. Nah ketika trust ini tidak terjadi maka akan terjadi kecurigaan. Itu yang terjadi,” katanya.
RB Dwi Wahyu menekankan bahwa 50% kesembuhan pasien ditentukan oleh kepercayaan terhadap rumah sakit. Karena itu, trust harus dibangun oleh semua pihak, baik rumah sakit, tenaga medis, maupun keluarga pasien.
Ia juga menyoroti perlunya penyesuaian kurikulum pendidikan kedokteran dengan sistem pelayanan rumah sakit. Menurutnya, ketidakselarasan antara keduanya dapat menimbulkan kontradiksi yang berujung pada kesalahpahaman.
“Kalau tidak match, maka akan terjadi kontra. Rumah sakit sudah melakukan aturan A, tetapi di lembaga pendidikan mereka mendapatkan model kurikulum B. Jadi nanti tidak match. Sekali lagi, bicara tentang rumah sakit ini bicara tentang trust,” ucapnya.
BACA JUGA: Subsidi Dipangkas, Pendapatan Trans Jogja Harus Tetap Meningkat
Komitmen Melindungi
Sebelumnya, pihak RSUP Dr. Sardjito juga menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh tenaga kesehatan maupun peserta didik yang bertugas di lingkungan rumah sakit. Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, menegaskan pihaknya bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM tidak akan menoleransi praktik perundungan maupun kekerasan.
“Kami tidak menoleransi adanya bullying, baik yang dilakukan oleh keluarga pasien maupun secara internal oleh tenaga medis. RSUP Dr. Sardjito sangat melindungi seluruh civitas hospital, baik itu dokter, perawat, tenaga medis, peserta didik. Ini sangat kami lindungi,” tegasnya.
“Sehingga ketika ada bullying dan lain sebagainya, apalagi ada sebuah penganiayaan yang dalam kapasitasnya ini adalah kontak fisik begitu, pasti akan kami tindak lanjuti secara cepat,” kata Banu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Jadwal bola malam ini: Final Piala AFF Putri Indonesia vs Laos pukul 19.45 WIB! Juga laga uji coba Eropa & kualifikasi Liga Champions. Simak jadwal lengkapnya.
Nathalie Holscher resmi menikah dengan Aripat pada 22 Juli 2026. Menjelang pernikahan, interaksi hangat Nathalie dan Sule di media sosial menjadi sorotan publik
Pemda DIY menghentikan sementara menu MBG yang diduga memicu gangguan kesehatan puluhan siswa di Kulonprogo. Investigasi dan pengujian sampel makanan masih berl