Gelombang Pantai Gunungkidul Diprediksi Capai 4 Meter
Gelombang di pantai selatan Gunungkidul diprediksi mencapai 4 meter hingga 14 Juni 2026. SAR mengimbau wisatawan dan nelayan meningkatkan kewaspadaan.
Ilustrasi pungli./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang dibentuk Pemkab Gunungkidul akhirnya dibubarkan. Keputusan pembubaran mengacu pada Peraturan Presiden No.49/2025 tentang Pecabutan Perpres No.87/2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.
Inspektur Inspektorat Daerah Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, di lingkup Pemkab Gunungkidul sempat memiliki Saber Pungli. Pembentukan tim ini tidak hanya melibatkan pegawai di internal pemkab, namun juga ada peran dari aparat penegak hukum.
“Tim saber ini salah satunya bertugas untuk menekan kebocoran retribusi masuk kawasan wisata,” kata Saptoyo, Selasa (26/8/2025).
Meski demikian, ia mengakui tim saber pungli yang dibentuk akhirnya harus dibubarkan. Pembubaran sesuai dengan aturan dari Presiden Prabowo Subianto yang dituangkan dalam Perpres No.49/2025.
“Iya memang tim saber pungli yang dibentuk telah dibubarkan. Ya kalau dilihat dari alasan pembubaran karena dinilai tidak efektif lagi dalam menjalankan tugasnya sehingga dibubarkan,” kata mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah ini.
BACA JUGA: Pemerintah Bakal Bongkar Jembatan Apung, Warga Pajangan Menolak
Hanya saja, ia memastikan, upaya pengawasan dan pelaksanaan ketugasan dalam pencegahan pungutan liar tetap dijalankan, meski tim saber pungli telah dibubarkan. Pasalnya, tindak lanjut dari Perpres 49/2025, pemkab diminta membentuk Tim Koordinasi Pengawasan dan Perizinan. “Tim ini sudah dibentuk lewat Surat Keputusan [SK] Bupati,” katanya.
Saptoyo menjelaskan, tim koordinasi pengawasan dan perizinan dibentuk, tidak hanya melakukan monitoring perizinan, tapi juga melaksanakan ketugasan tim saber pungli. Salah satunya, melakukan pengawasan pelayanan public dan pengelolaan pendapatan daerah.
“Jadi kalau ditemukan praktik pungli, maka bisa ditindak oleh tim koordinasi pengawasan dan perizinan. Sebab, di dalamnya juga ada unsur aparat penegak hukum,” katanya.
Ditambahkan dia, fungsi pengawasan dari tim koordinasi ini sudah dilakukan. Monitoring dilakukan ke Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) objek wisata, penanganan pengaduan masalah PBB-P2 hingga monev pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025-2026.
“Meski tim saber pungli telah dibubarkan, tapi ketugasannya tetap dijalankan oleh tim koordinasi yang telah dibentuk bupati,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, upaya memaksimalkan pendapatan di sektor retribusi akan terus dilaksanakan. Terlebih lagi, dana transfer yang diberikan Pemerintah Pusat semakin berkurang karena adanya kebijakan efisiensi.
“Pemasukan dari retribusi menjadi salah satu upaya pemkab mengoptimalkan PAD yang dimiliki. Tujuannya, untuk memastikan program pembangunan dapat dijalankan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang di pantai selatan Gunungkidul diprediksi mencapai 4 meter hingga 14 Juni 2026. SAR mengimbau wisatawan dan nelayan meningkatkan kewaspadaan.
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
Harga emas Pegadaian hari ini 16 Juni 2026 naik. Antam Rp2,83 juta/gram, UBS dan Galeri24 ikut menguat. Simak daftar lengkapnya.
Harga pangan terbaru 16 Juni 2026: cabai rawit tembus Rp75.750/kg, telur Rp30.350/kg. Simak daftar lengkap harga beras, daging, dan minyak.
BGN larang pegawai punya dapur MBG untuk cegah konflik kepentingan. Program difokuskan pada penerima manfaat dan transparansi.
Spanyol dominan tapi gagal mencetak gol saat ditahan Tanjung Verde 0-0. Kiper Vozinha tampil heroik di Piala Dunia 2026.