Fajar/Fikri Back to Back Juara China Open usai Menang Dramatis
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Anggota Tim Ad Hoc untuk penyelesaikan persoalan remote worker. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Remote worker akhir-akhir ini menjadi tren tersendiri sebagai profesi di kalangan generasi z. Sebuah platform Remote Worker Indonesia asal Jogja akhir-akhir viral di medsos karena adanya persoalan antara pihak founder dengan para pihak lain di antaranya peserta.
Adapun platform tersebut adalah Remote Worker Indonesia atau dikenal dengan RWID Online yang didirikan oleh seorang praktisi berpengalaman Eko Suprapto Wibowo melalui bendera Pekerja Daring Indonesia Perjuangan.
Tetapi saat ini startup tersebut dalam keadaan tidak stabil dari berbagai sisi baik keuangan maupun relasi internal. Sehingga banyak pihak khususnya siswa yang menuntut pengembalian dana. Tuntutan itu banyak disampaikan melalui akun medsos mereka.
BACA JUGA: Remote Job, Antara Fleksibilitas Kerja atau Tantangan Baru di Indonesia
Merespons kemelut tersebut RWID Online atas perintah dari keluarga founder Eko Suprapto Wibowo membentuk tim ad hoc sebagai bentuk tanggungjawab untuk menuntaskan persoalan tersebut. Pemberian kuasa kepada tim ad hoc tersebut dilakukan mengingat pihak founder saat ini dalam keadaan sakit.
"Berdasarkan diagnosa dari dokter dua rumah sakit bahwa yang bersangkutan sakit, tidak bisa melakukan inventarisasi, pendataan sehingga memberikan kuasa ke tim ad hoc," kata Anggota Tim Ad Hoc sekaligus kuasa hukum Totok Sugianto Selasa (26/8/2025).
Ia memastikan akan membuka ruang dialog dengan berbagai pihak terutama mentor, siswa dan investor. Adapun dialog tersebut akan dilakukan di Kafe Sisi Selatan, Kotagede, Kota Jogja pada Sabtu 30 Agustus 2025. Pertemuan itu akan dilakukan pendataan dan verifikasi kembali terhadap pihak-pihak yang mengklaim dirugikan.
"Harapan kami baik mentor, siswa dan investor bisa hadir untuk dialog bersama sehingga persoalan ini bisa segera cepat terselesaikan. Prinsip pihak keluarga founder ini memberikan ruang seluas-luasnya untuk dialog," katanya,
Ia menegaskan tim ad hoc tersebut bukan atas desakan netizen selama ini beredar di medsos, melainkan murni inisiatif dari pihak keluarga founder untuk membangun komunikasi supaya ada verifikasi data yang valid. Selain itu sebagai bentuk tanggungjawab untuk menyelesaikan persoalan tersebut. "Setelah dilakukan verifikasi itu nanti akan kita carikan solusi bersama," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.