Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Wisata Malioboro Jogja Makin Padat
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat ditemui media di Kompleks Kepatihan, Kamis (24/7/2025)./Harian Jogja-LUS
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta agar pejabat tidak memamerkan gaya hidup. Menurutnya, pejabat harus dapat empan papan atau dapat menempatkan diri dengan kedudukannya dalam berbagai situasi.
Hal itu disampaikan Sultan setelah mengikuti rapat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait upaya menjaga stabilitas di setiap daerah bersama dengan kepala daerah lain di DIY pada Sabtu (30/8/2025).
Berdasarkan hasil Rakor itu, Sri Sultan meminta agar pejabat tidak memamerkan gaya hidup. Menurutnya, pejabat harus dapat empan papan atau dapat menempatkan diri dengan kedudukannya dalam berbagai situasi.
BACA JUGA: Sultan Sampaikan Sejumlah Pesan kepada Massa Aksi
"Sekarang masalahnya bagaimana diri kita masing-masing pejabat bisa menyesuaikan pada situasi pada kondisi lingkungan sosialnya," katanya di Kepatihan, Sabtu (30/8/2025).
Sultan menuturkan, kondisi perekonomian warga Indonesia beragam. Karena itu, lanjut Sultan pejabat harus peka terhadap kondisi masyarakat. Dia pun menyoroti ada tindakan anggota DPR RI yang berjoget setelah rapat. Menurutnya, tindakan tersebut tidak sesuai dengan situasi tersebut.
"Sekarang masalahnya bagaimana diri kita masing-masing pejabat bisa menyesuaikan pada kondisi lingkungan sosial," katanya.
Sultan meminta agar pejabat mengedepankan empati dalam bersikap. Dia berharap, empati tersebut dapat selaras dengan pemikiran pejabat, sehingga kebijakan yang diambil dapat selaras dengan situasi yang ada.
"Adu rasa tidak sekadar apa yang dipikirkan, tetapi apa yang dirasakan," katanya.
Menurut Sultan, ketika pejabat dapat menempatkan diri, maka stabilitas daerah akan terjaga. Selain itu, menurut Sultan, Pemda DIY akan menyederhanakan kegiatan seremonial. Ketika ada kegiatan seremonial yang dirasa tidak diperlukan, maka akan dipertimbangkan untuk diselenggarakan.
"Mungkin lebih sederhana, dalam arti lebih terbatas juga bisa [kegiatan seremonial], ya empan papan itu tadi," katanya.
Sultan pun berharap agar aksi unjuk rasa seperti yang terjadi pada Jumat (29/8/2025) tidak terjadi kembali. Dia pun mengaku tidak mengetahuinya secara detail terkait rencana aksi unjuk rasa di DPRD DIY pada Senin (1/9/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.