Harga Emas Pegadaian Hari Ini Sabtu 3 Oktober 2026, Cek Antam, UBS, Galeri 24
Harga emas Pegadaian hari ini 3 Oktober 2026 masih stabil. Cek harga Antam, UBS, Galeri 24 dan buyback semua ukuran.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja akan mengembangkan integrated farming atau pertanian terpadu sekaligus pengolahan sampah di wilayah Tegal Gendu Prenggan, Kotagede.
Pengembangan pertanian terpadu dan pengolahan sampah itu memanfaatkan lahan milik Pemkot Jogja. Keberadaan pertanian terpadu itu diharapkan bisa menghasilkan dan mengurangi sampah di wilayah sekitar serta bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau publik.
BACA JUGA: DLH Kota Jogja Turunkan Tim Khusus
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan ada lahan milik Pemkot Jogja seluas sekitar 1.500 meter persegi di Tegal Gendu, Prenggan, Kotagede. Lahan itu belum dimanfaatkan. Pada open house Wali Kota Jogja Rabu pagi minggu lalu masyarakat Tegal Gendu menyampaikan aspirasi agar lahan itu dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Hasto lalu menindaklanjuti bersama jajaran Pemkot Jogja dengan meninjau lahan dan mengarahkan membuat integrated farming program atau pertanian terintegrasi yang juga terkait pengelolaan sampah untuk pertanian.
“Nanti kita bikin biopori di sini, olah sampah yang tidak bau karena sampah bersih (organik dari dapur) hanya untuk pelihara maggot hasilnya untuk pertanian. Ini nanti basisnya pertanian. Jadi kita bikin pupuk di sini, terus ada demplot percontohan cabai, terong atau pisang,” kata Hasto dikutip dari laman Pemkot Jogja.
Hasto mencontohkan pertanian terintegrasi dengan pengolahan sampah sudah diterapkan di Bausasran. Pengelolaan sampah antara lain sampah organik dengan biopori dan sisa makanan untuk memelihara maggot. Hasilnya maggot digunakan sebagai pakan lele dan pupuknya untuk pertanian.
Hasto mengaku pernah mengunjungi pemanfaatan lahan di Bausasran untuk pertanian terpadu dan pengolahan sampah di tempat itu tidak berbau karena sampah dari dapur masuk biopori maupun untuk pakan maggot.
“Jadi semua diintegrasikan dengan pengolahan pupuk bisa menyelesaikan (sampah) satu wilayah prenggan. Ini (lahan) sudah milik pemkot. Jadi bisa segera kita mulai. Bisa kita gali bikin biopori secara komunal dan bukan sampah yang berbau,” paparnya.
Pemanfaatan lahan dengan pertanian terpadu sekaligus pengolahan sampah itu sejalan dengan gerakan Masyarakat Jogja OIah Sampah (Mas Jos) yang digencarkan. Hasto menegaskan pentingnya memilah sampah dari rumah sehingga sampah dari dapur organik dimasukan ke biopori maupun pakan maggot. Pihaknya juga akan memetakan kembali lahan-lahan aset Pemkot Jogja di wilayah yang belum termanfaatkan untuk dikembangkan pertanian terpadu sekaligus pengolahan sampah.
“Jadi model seperti ini akan saya cari untuk menyelesaikan sampah di lingkungan masing-masing,” ujar Hasto.
Sebelum meninjau lahan tersebut, Hasto dan jajaran Pemkot Jogja menjalankan salat subuh berjamaah di Masjid Al-Mukmin Tegalgendu. Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan tali asih dari Bank BPD DIY dan Baznas Kota Jogja untuk Masjid Al-Mukmin yang diterima takmir.
Sementara itu Ketua Kampung Tegal Gendu Arif Purwaning Cahyo menyampaikan awalnya lahan Pemkot Jogja itu pada tahun 2025 rencananya dibangun ruang terbuka hijau publik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja. Namun karena ada efisiensi anggaran, sampai kini belum dibangun. Masyarakat lalu melakukan bersih-bersih lahan melalui program padat karya dan ditemukan adanya ular. Oleh sebab itu masyarakat mengusulkan pemanfaatan sementara lahan itu untuk pertanian ke DLH Kota Jogja dan diizinkan. Kemudian usulan itu juga disampaikan lewat Open House Wali Kota Jogja.
“(Keinginan masyarakat) Untuk pertanian awalnya, untuk mengisi lahan kosong ini bisa ada manfaat untuk bertani lombok, sayur mayur dan sebagainya. Ini arahannya (wali kota) sampai integrated farming. Ya menyambut baik. (Tapi) apakah ada efek (pengolahan sampah) ke warga. Tadi disampaikan tidak ada bau, jadi mungkin perlu sosialisasi dan ada contoh yang tidak ada dampak negatif ke warga,” pungkas Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Pegadaian hari ini 3 Oktober 2026 masih stabil. Cek harga Antam, UBS, Galeri 24 dan buyback semua ukuran.
Thomas Tuchel mengungkap kondisi pemain Man City di Timnas Inggris setelah klub dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Premier League.
Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang 2026, Jorge Martin merebut pole setelah mengalahkan Marc Marquez di Q2 MotoGP Motegi.
Ancaman seluler makin tertarget di Asia Pasifik. Kaspersky mencatat 15.163 deteksi di Indonesia pada Q1 2026.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka