Dinkes Kota Jogja Gelar CKG Lansia Tiap 3 Bulan di 45 Kelurahan
CKG Lansia digelar tiap tiga bulan di 45 kelurahan Kota Jogja untuk mendeteksi dini penyakit dan memperkuat kesehatan lansia.
Salah satu mural karya para seniman di Jogja yang dihapus orang tak dikenal. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Mural berisi kritik yang merupakan karya sejumlah seniman di Jogja dirusak oleh orang tak dikenal. Perusakan terhadap mural tersebut diduga kuat untuk menghilangkan isi pesan kritik sehingga tidak tersampaikan kepada masyarakat.
Salah satu seniman yang turut membuat mural tersebut dengan nama samaran Kinky20 mengeluhkan tindakan pihak-pihak terkait yang diduga merusak mural tersebut dengan cara menghapus agar pesan tak tersampaikan ke publik. Ia berharap semua pihak memberikan ruang berekspresi bagi seniman untuk menyampaikan aspirasi melalui karya seni.
Adapun mural yang dirusak tersebut bertuliskan mural bertuliskan Reset Menggila(s) dan Awas Intel. Ia bersama beberapa seniman membuat mural di Jembatan Kewek pada 31 Agustus 2025 dan di Pojok Beteng Wetan pada 1 September 2025. Karya tersebut memang berisi kritik sosial terkait peristiwa meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi demonstrasi terjadi di sejumlah daerah dan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
BACA JUGA: KAI Beri Diskon Tiket Kereta 20 Persen di September 2025
"Jadi beberapa jam setelah selesai dibuat, karya itu hilang dan diduga dihapus oleh sekelompok orang. Harapannya kami tidak dibungkam ketika menyampaikan aspirasi,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Ia menceritakan saat proses pengerjaan mural di Pojok Beteng Wetan, pihaknya sempat didatangi sekitar 20 orang dengan menggunakan baju tanpa identitas.
“Mereka awalnya mengintimidasi, meminta kami hanya melukis yang indah-indah. Padahal seni itu relatif, dan mural adalah bentuk kritik sosial,” katanya.
Sebelum menggambar, seniman tersebut telah meminta izin kepada pemilik mural sebelumnya. Seniman tersebut memiliki etika dalam berkarya. Sehingga menurutnya tindakannya tersebut tidak menyalahi aturan. “Kami tidak asal menimpa karya orang lain. Ada etikanya,” katanya.
BACA JUGA: Sering Kecelakaan, Jalan Sleman-Gunungkidul Butuh Penambahan Rambu
Setelah itu mural-mural tersebut dirusak dengan ditimpa cat lain sehingga tidak terbaca lagi tulisannya pada Selasa (2/9/2025). Ia menyayangkan tindakan penghapusan mural yang dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik masyarakat.
“Jogja itu kota budaya, kota seni. Sultan pun tidak pernah melarang mural di jalanan. Harapan kami sederhana: jangan mengintimidasi para seniman. Berikan ruang untuk berekspresi, karena seni adalah bagian dari kebebasan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CKG Lansia digelar tiap tiga bulan di 45 kelurahan Kota Jogja untuk mendeteksi dini penyakit dan memperkuat kesehatan lansia.
Spider-Noir Nicolas Cage resmi dibatalkan setelah satu musim. Serial ini justru meraih 11 nominasi Emmy dan skor tinggi di Rotten Tomatoes.
Port USB-C HP rusak? Kenali penyebab, cara mengecek, biaya perbaikan, hingga kapan komponen tersebut perlu diganti agar tidak salah mengambil keputusan.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,