Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Bupati Sleman Harda Kiswaya - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman diminta dapat mengelola data kependudukan dengan valid guna mendukung kebijakan pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya.
"Disdukcapil berperan peting dalam mendukung kebijakan pembangunan melalui pengelolaan data kependudukan yang valid, akurat, dan mutakhir," kata Harda saat melantik Kepala Disdukcapil Kabupaten Sleman di Sleman, Kamis (4/9/2025).
Harda Kiswaya melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Arifin M Laws sebagai Kepala Disdukcapil Kabupaten Sleman, melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 800.1.3.3-2843 Tahun 2025.
Menurut dia, data kependudukan merupakan hulu dari berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik berbasis data.
"Keberhasilan seorang pejabat tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dikerjakan, tetapi dari seberapa besar dampaknya bagi masyarakat," katanya.
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar prosesi administratif, namun diharapkan dapat mengakselerasi kualitas pelayanan Pemkab Sleman, khususnya Disdukcapil Kabupaten Sleman.B
BACA JUGA: Polda DIY: Pelemparan Molotov ke Pos Polisi Diduga untuk Provokasi
Ia juga berharap pejabat terlantik mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi, yang berorientasi pada perbaikan pelayanan masyarakat.
"Jabatan bukanlah hak, melainkan amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan. Saya berharap pejabat yang baru dilantik mampu bekerja dengan penuh semangat, dedikasi, dan loyalitas untuk kemajuan Sleman," katanya.
Pelantikan yang digelar di lingkungan Pemkab Sleman ini turut dihadiri pimpinan DPRD, jajaran forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.