RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Potret Pos Polisi Monjali yang dirusak orang tak dikenal. - Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Jogja Police Watch (JPW) menilai kepolisian lamban untuk menangkap terduga pelaku perusakan sejumlah pos polisi lalu lintas (Pos polantas) baik di Kota Jogja maupun di sejumlah titik di Kabupaten Sleman.
"Padahal kan rekaman CCTV sudah jelas wajah dari terduga pelaku pelemparan bom molotov di Pospolantas Pingit, Jetis, Kota Jogja, pada Kamis (4/9/2025) dini hari lalu," kata Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba dalam rilisnya, Minggu (7/9/2025).
Sebagaimana diketahui, selain Pospolantas Pingit, Jetis, Kota Jogja, perusakan Pospolantas juga terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Sleman, DIY. Pada waktu yang hampir bersamaan.
Seperti di Pospolantas perempatan Monjali, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Kemudian Pospolantas Kronggahan, Pospolantas Denggung, dan Pospolantas Pelem Gurih Jalan Wates, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY.
BACA JUGA: Hingga Agustus, Sebanyak 1,3 Juta Wisatawan Kunjungi Objek Wisata di Bantul
Sudah kurang lebih empat hari namun pelaku pengerusakan sejumlah Pospolantas belum juga ditangkap oleh pihak kepolisian.
"Polisi terkesan lamban untuk menangkap pelaku pengerusakan sejumlah Pospolantas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, DIY," ujarnya.
Menururt Kamba, seharusnya mudah dan tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pelaku pengerusakan sejumlah Pospolantas di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman, DIY kaena sudah tereekam CCTV.
"Jangan sampai dengan lambannya pihak kepolisian karena tak kunjung menangkap pelaku pengerusakan Pospolantas, mengkonfirmasi dugaan masyarakat bahwa pelaku pengerusakan Pospolantas dengan melemparkan bom molotov merupakan oknum intel," tanadasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo menegaskan kampus harus menjaga kebebasan akademik serta memperkuat riset dan sains demi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Gus Salam menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dengan membawa misi rekonsiliasi organisasi menjelang Muktamar NU 2026.
Cara membuat layang-layang tradisional dari bambu dan kertas lengkap dengan bahan, langkah pembuatan, serta tips agar mudah terbang dan stabil.
Brajamusti Kulonprogo melakukan rebranding di usia delapan tahun dengan mengusung semangat suporter PSIM Jogja yang damai, dewasa, dan kondusif.