Lelang Aset Koruptor di BPA Fair Laris, Harley hingga BMW Terjual
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Aris Suharyanta./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul bertekad tidak lagi membuang sampah ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, namun berusaha menyelesaikan persoalan sampah sendiri melalui tempat pengolahan sampah tingkat kabupaten dan kelurahan.
"Kalau kita sudah tidak ada keinginan untuk membuang ke sana, ke TPST Piyungan, karena kita saat ini masih terus berusaha untuk mengolah sampah yang dihasilkan di Kabupaten Bantul," kata Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta di Bantul, Minggu.
Wabup Aris mengatakan, saat ini dari total produksi sampah harian dari semua warga Kabupaten Bantul yang rata-rata sekitar 100 ton, pemkab sudah menyelesaikan sekitar 60 ton melalui beberapa TPST maupun intermediate treatment facility (ITF) yang dibangun tingkat kabupaten.
Oleh karena itu, kata dia, sampah yang belum tertangani tingkat kabupaten tersebut diupayakan agar diolah atau diproses melalui tempat pengolahan sampah (TPS) dan TPS 3R (reduce, reuce dan recycle) yang ada di kelurahan kelurahan.
BACA JUGA: Hingga Agustus, Sebanyak 1,3 Juta Wisatawan Kunjungi Objek Wisata di Bantul
Mengenai adanya permintaan agar Bantul menampung sampah dari luar kabupaten, Wabup mengaku belum bisa menerima permintaan tersebut secara maksimal, karena lagi lagi, di internal pemkab sendiri masih berusaha menyelesaikan sampah dari Bantul.
"Kita belum bisa secara maksimal menerima tawaran dari kota karena kita sendiri masih menyelesaikan urusan sampah yang dihasilkan dari Kabupaten Bantul sendiri," katanya.
Namun, dalam memaksimalkan pengolahan sampah di Bantul, pemkab juga masih mencari formula seperti apa penyelesaian sampah, agar Bantul bisa betul betul menyelesaikan sampah sendiri, termasuk nantinya apabila sampah dari Yogyakarta juga dibawa ke Bantul.
"Saya dengan Pak Bupati sering melihat-lihat terkait pengelolaan sampah di luar daerah, sehingga kita akan koordinasi, menentukan sikap terkait dengan pengolahan sampah selain dengan pengolahan TPST TPST yang ada di Bantul nanti mungkin ada cara lain yang lebih efektif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.