Dinkes Sleman Perketat Pemisahan Jeroan Kurban Cegah Kontaminasi
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat jumlah kumulatif pasien stroke di Bumi Sembada hingga Agustus 2025 mencapai 5.457 orang. Gaya hidup tidak sehat menjadi sebabnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan pasien stroke pada 2023 mencapai 5.662 orang, lalu naik pada 2024 menjadi 6.855 orang, dan saat ini ada 5.457 orang.
Prevalensinya pada 2023 0,49%, lalu 2024 0,61%, dan 2025 0,48%. Prevalensi merupakan jumlah kasus suatu penyakit dalam sebuah populasi pada waktu tertentu.
Pola hidup tidak sehat meningkatkan potensi stroke seseorang. Pola hidup seperti merokok dan makan makanan berlemak, garam, dan gula mendorong diabetes melitus dan hipertensi. Obesitas meningkatkan potensi stroke.
Ihwal regulasi pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak sudah termuat di Peraturan Bupati Sleman 91/2023 tentang Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi.
“Dinkes rutin melakukan skrining kesehatan secara rutin baik di Masyarakat maupun berbagai institusi,” kata Yuliati dihubungi, Sabtu (13/9/2025).
BACA JUGA: Aksi Demo Selesai, Layanan SPKT dan SKCK Polda DIY Kembali Dibuka
Edukasi penerapan pola hidup sehat juga terus digelar baik lewat sosialisasi, seminar, pelatihan, maupun media sosial. Inovasi penanganan stroke yang dimiliki Pemkab Sleman saat ini masih mendasarkan pada pencegahan faktor risiko bernama Hipertensi Terkendali di Sleman (HITS) yang kemudian berkembang menjadi Pelayanan Terintegrasi Hipertensi Terkendali di Sleman (Pelita HITS).
Ditanya mengenai rata-rata usia pasien stroke, sebaran kasus memang lebih banyak menyasar pada lansia. Beberapa kasus yang menyasar pemuda disebabkan oleh kecelakaan atau masalah kesehataan bawaan, selain memang ada yang didukung pola hidup tidak sehat. “Kalau angka kematian akibat stroke, pencatatannya dilakukan di rumah sakit,” katanya.
Masyarakat juga dapat secara aktif untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selama delapan bulan penyelenggaraan, Dinkes mencatat potensi risiko dari para pasien CKG. Temuan potensi risiko merentang dari tingginya kadar gula darah hingga malnutrisi.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Takelkesmas Dinkes Sleman, Cahya Prihantama, mengatakan hasil CKG yang dilakukan 5.821 orang di Sleman menunjukkan sebanyak 91,32% atau sekitar 5.316 orang kekurangan aktivitas fisik. Padahal, aktivitas fisik selain menunjang kebugaran juga mencegah potensi risiko penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Harga sapi di Gunungkidul naik hingga Rp3 juta jelang Iduladha 2026. Bupati Endah pastikan stok aman dan awasi kesehatan hewan kurban.
Memperingati HUT ke-94, RSUD Tidar Kota Magelang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Simak evaluasi dan testimoni pasien di sini.
Berikut adalah daftar 20 prodi terfavorit di UTBK SNBT 2026 dan panduan cara cek kelulusan. Simak selengkapnya untuk langkah strategis Anda selanjutnya
Antonio Conte resmi tinggalkan Napoli setelah dua musim. Simak perjalanan prestasi Conte dan candaannya soal calon pengganti pelatih timnas Italia di sini.
Hasil SNBT 2026 diumumkan. Sebanyak 256 ribu peserta lolos PTN dari 871 ribu pendaftar dengan tingkat kelulusan 29,42 persen