Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, memimpin bedah rumah di Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Minggu (14/9/2025). - Istimewa/Dokumen Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus menggencarkan bedah rumah untuk rumah tidak layak huni (RTLH). Selain sebagai upaya mengatasi kemiskinan, bedah rumah juga menjadi upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Hingga akhir 2025, Pemkot menargetkan 100 RTLH akan rampung direnovasi. Target ini sejalan dengan kegiatan bedah rumah pada Minggu (14/9/2025) yang menyasar dua hunian di Kemantren Gondomanan, yakni Kelurahan Prawirodirjan, dan Ngupasan.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, memimpin langsung dimulainya perbaikan rumah tersebut. Secara simbolis, ia naik ke atap untuk membongkar genteng, menandai dimulainya proses renovasi. Proses perbaikan nantinya bakal dilakukan secara gotong-royong dengan melibatkan unsur pemerintah, korporasi, warga, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).
"Program bedah rumah ini adalah wujud nyata dari upaya kita bersama untuk mewujudkan rumah sehat bagi seluruh warga Jogja. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kolaborasi bersama Baznas, sektor swasta, dan partisipasi aktif dari masyarakat, kita bisa mempercepat proses perbaikan dan memberikan hunian yang layak bagi mereka yang membutuhkan," ujar Hasto.
Hingga September ini, setidaknya sudah ada 39 RTLH yang berhasil disasar. Program Bedah Rumah menjadi salah satu upaya konkret Pemkot Jogja dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di hunian tidak memenuhi standar kelayakan, demi mewujudkan rumah sehat untuk warga.
BACA JUGA: Kuota Sampah Kota Jogja di TPA Piyungan Tersisa 2.400 Ton
Pemilik rumah penerima manfaat bedah rumah di Prawirodirjan, Anastasya, menjelaskan rumah semi permanen berdinding kayu yang selama ini dihuni satu keluarga. Rumah ini mengalami kerusakan cukup parah di bagian atap sehingga sering bocor saat hujan. Ia mengapresiasi Pemkot Jogja dengna program bedah rumah ini sehingga dapat memberi perbaikan pada tempat tinggalnya menjdi lebih layak huni. “Sebelumnya saya sering cemas akibat banjir saat musim hujan. Sangat bersyukur dan senang sekali, kebetulan kalau hujan rumah itu selalu bocor, jadi sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.