Dinkes Sleman Perketat Pemisahan Jeroan Kurban Cegah Kontaminasi
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Ilustrasi cek kesehatan./freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 62.790 warga Kabupaten Sleman telah terlibat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) per 17 September 2025 pukul 12.21 WIB. Jumlah ini merupakan yang terbanyak dibandingkan kabupaten/ kota di DIY.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Seruni Angreni Susila mengaku jumlah tersebut memang terbesar DIY. Hanya saja jika membandingkan dengan jumlah penduduk satu kabupaten, capaiannya masih sedikit.
“Masih belum mencapai target soalnya Kabupaten Sleman punya penduduk paling banyak di DIY,” kata Seruni dihubungi, Rabu (17/9/2025).
BACA JUGA: Sampah dari Jogja Dibuang ke TPST Piyungan, Sultan: Sampai Akhir 2025
Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sleman yang mencapai 1,12 juta jiwa, capaian CKG baru sekitar 5,6%. “Dari hasil CKG, ditemukan faktor risiko kesehatan tertinggi adalah tekanan darah meningkat,” katanya.
Seruni menilai kesadaran warga untuk meluangkan waktu melakukan cek kesehatan masih rendah. Masih ada masyarakat yang belum menempatkan skrining kesehatan sebagai prioritas utama.
Masyarakat cenderung memilih tetap bekerja selama merasa sehat. Seruni mengingatkan pemeriksaan kesehatan sangat penting guna mencegah potensi risiko berkembang menjadi penyakit yang serius. Pengobatan yang dilakukan sedini mungkin dapat mencegah memburuknya kondisi kesehatan.
Tekanan darah yang terkontrol juga akan menghindarkan seseorang dari penyakit stroke. Apabila tekanan darah melebihi batas normal dan tidak teratasi, stroke bisa muncul.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati menyampaikan jumlah kumulatif pasien stroke di Bumi Sembada hingga Agustus 2025 mencapai 5.457 orang.
Skrining kesehatan menjadi salah satu upaya pencegahan terhadap potensi stroke. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat adalah lewat Peraturan Bupati Sleman 91/2023 tentang Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi.
Dalam Perbup tersebut tren prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Kabupaten Sleman cukup tinggi, di mana diabetes melitus (DM) dan hipertensi cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Prevalensi penyakit hipertensi di Kabupaten Sleman pada tahun 2019 sebesar 80,71, lebih tinggi dibanding dengan DIY dengan angka prevalensi 58,93.
BACA JUGA: Kuota Sampah Kota Jogja di TPA Piyungan Tersisa 2.400 Ton
Prevalensi hipertensi di Sleman pada 2019 tercatat 80,71%, lebih tinggi dibandingkan DIY sebesar 58,93%. Pada 2020, prevalensi Sleman menurun menjadi 60,82%, sedangkan DIY naik menjadi 69,59%. Tahun 2021 dan 2022, prevalensi Sleman kembali meningkat menjadi 63,37% dan 49,98%, masih lebih tinggi dibandingkan DIY yang masing-masing sebesar 51,54% dan 35,24%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Harga sapi di Gunungkidul naik hingga Rp3 juta jelang Iduladha 2026. Bupati Endah pastikan stok aman dan awasi kesehatan hewan kurban.
Memperingati HUT ke-94, RSUD Tidar Kota Magelang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Simak evaluasi dan testimoni pasien di sini.
Berikut adalah daftar 20 prodi terfavorit di UTBK SNBT 2026 dan panduan cara cek kelulusan. Simak selengkapnya untuk langkah strategis Anda selanjutnya
Antonio Conte resmi tinggalkan Napoli setelah dua musim. Simak perjalanan prestasi Conte dan candaannya soal calon pengganti pelatih timnas Italia di sini.
Hasil SNBT 2026 diumumkan. Sebanyak 256 ribu peserta lolos PTN dari 871 ribu pendaftar dengan tingkat kelulusan 29,42 persen