MenPPPA Ajak Wanita Syarikat Islam Perkuat Kemandirian Perempuan
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu (30/8/2025).ANTARA/Luqman Hakim\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA–Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengizinkan sampah Kota Jogja yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul hanya sampai akhir 2025.
Sultan HB X mengaku telah membicarakan hal tersebut dengan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo ihwal persoalan sampah pada Selasa (16/9/2025). "(Wali Kota Jogja) Sudah bicara sama saya. Jadi, saya minta (sampah) langsung masuk saja (di TPST Piyungan)," ujar dia, Rabu (17/9/2025)
BACA JUGA: Sri Sultan HB X: Kita Harus Lebih Peka Terhadap Kondisi Masyarakat
Sultan menegaskan kebijakan itu diambil karena Kota Jogja tidak memiliki lahan pembuangan sendiri, sementara kabupaten lain enggan menampung sampah dari luar wilayahnya.
Sultan berharap hal itu dapat mengurangi timbunan sampah di depo-depo di Kota Jogja. "Jadi, (sampah) jangan numpuk lagi seperti kemarin di Mandalakrida dan seterusnya. Di kabupaten-kabupaten lain pada nggak mau nampung," ujar dia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo menyebut sisa daya tampung TPST Piyungan hanya sekitar 2.400 ton hingga akhir 2025. Menurut dia, seluruh kapasitas itu sudah dialokasikan untuk Kota Jogja.
"Itu hitung-hitungan matematis kami sampai di akhir 2025 dan ini sudah kami slotkan ke teman-teman di kota sebenarnya, karena memang yang masih sangat bermasalah adalah kota Jogja," ujar dia.
Menurut dia, rata-rata produksi sampah Kota Jogja mencapai 200 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 90 ton masih dibuang ke TPST Piyungan, sementara sisanya diolah Pemkot dan pihak swasta. "Kalau kita lihat data yang masuk ke (TPST) Piyungan sampai pertengahan September ini 90 ton per hari," ujar dia.
Kusno menjelaskan, meski direncanakan ditutup pada Januari 2026, keberlanjutan operasional TPST Piyungan tetap menunggu kondisi lapangan dan kebijakan pemerintah. DLHK DIY menargetkan masalah sampah di Jogja bisa tuntas setelah pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan teralisasi pada 2027, sesuai rencana revisi Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.
"Artinya kota memang belum mandiri. Paling tidak sampai nanti 2027 menunggu PSEL operasional," ujar Kusno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Pameran JMMK #18 di Pendhapa Art Space, Bantul, menampilkan 161 karya seni dari 12 negara dan mengangkat perkembangan AI dalam dunia seni.
Mario Aji akan start dari posisi ke-12 di Moto2 Australia 2026 setelah terjatuh di Tikungan 4. Manuel Gonzalez merebut pole position.
Investor pasar modal DIY mencapai 332.912 pada Agustus 2026, tumbuh 22,33% secara tahunan. BEI DIY menargetkan 75.000 investor baru.
Mentan Amran menyiapkan 2 juta hektare rawa mineral untuk pangan. Tahap awal, pemerintah akan menggarap 500.000 hektare bersama TNI.
PJT II segera memulai proyek PLTS terapung 100 MW di Waduk Jatigede. Proyek Jatiluhur berkapasitas 80 MW masih dalam studi kelayakan.