Rehabilitasi Jalan Srandakan Poncosari Dilanjutkan
Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Bantul dilanjutkan 2,05 km dengan anggaran Rp15,81 miliar hingga akhir 2026.
Logo Porda Gunungkidul 2025. - ist
Harianjogja.com, BANTUL–Kontingen Bantul harus puas menutup perhelatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025 dengan posisi runner up. Hingga Kamis (18/9/2025) pukul 13.40 WIB, Bantul mengoleksi total 457 medali dengan rincian 151 emas, 133 perak, dan 173 perunggu. Peringkat pertama diraih kontingen Sleman dengan 551 medali sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara umum.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet, pelatih, dan official. Menurutnya, capaian ini tidak hanya soal angka medali, tetapi juga membuktikan konsistensi pembinaan olahraga di Bantul.
BACA JUGA: Barcelona Menang dengan Skor 2-1
“Anak-anak sudah berjuang luar biasa. Mereka menunjukkan semangat sportivitas dan daya juang tinggi. Bagi kami, hasil ini merupakan bukti kerja keras bersama, mulai dari atlet, pelatih, hingga dukungan orang tua,” ujar Titik, Kamis (18/9/2025).
Ia menambahkan, raihan medali di Porda 2025 menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini. Pihaknya akan terus mendorong pengembangan cabang olahraga unggulan di Bantul agar bisa bersaing lebih baik di event tingkat nasional.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Prestasi ini jadi pelecut agar Bantul bisa semakin diperhitungkan, tidak hanya di DIY, tapi juga di kancah nasional,” ungkapnya.
Titik juga menekankan bahwa keberhasilan kontingen Bantul tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah serta peran masyarakat olahraga yang ikut memberi semangat. Ia berharap, atmosfer positif dari Porda ini bisa menjadi inspirasi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga.
Sekretaris Umum KONI Bantul, Jamal Sarwana, mengakui bahwa sejak awal pihaknya menargetkan kontingen Bumi Projotamansari bisa meraih juara umum dalam agenda olahraga empat tahunan itu. Namun, ia menilai para atlet sudah tampil maksimal. “Anak-anak sudah berjuang luar biasa, semua sudah berusaha sebaik mungkin. Kita harus mensyukuri hasil yang diperoleh para atlet,” ungkap Jamal.
Menurutnya, dari 16 cabang olahraga (cabor) unggulan yang ditargetkan menggondol emas, hanya 10 yang mampu meraih gelar juara umum. Beberapa cabor yang meleset di antaranya panjat tebing, tinju, balap sepeda, dan futsal. “Padahal futsal sempat memimpin, tapi karena strategi yang kurang tepat akhirnya gagal. Hal-hal teknis seperti ini jadi bahan evaluasi kami,” ujarnya.
Meski begitu, Bantul juga mampu mencetak kejutan di sejumlah cabor non-unggulan, salah satunya rugby yang berhasil menjadi juara umum. Jamal menegaskan, pencapaian ini menunjukkan potensi besar yang bisa digarap lebih serius ke depan pada beberapa cabor dan nomor yang dipertandingkan.
"Kami sudah inventarisasi para atlet yang meraih medali dan berencana untuk melakukan pembinaan lebih lanjut dengan pola pendidikan khusus. Selain itu pelatih juga akan mendapat penguatan karena faktor mereka juga sangat menentukan di lapangan,” jelas Jamal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Bantul dilanjutkan 2,05 km dengan anggaran Rp15,81 miliar hingga akhir 2026.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.