Kalitalang dan Plunyon Diserbu Wisatawan saat Tren Trail Run
Kunjungan wisata TNGM naik 21% sepanjang awal 2026. Kalitalang dan Plunyon jadi lokasi favorit wisatawan dan pecinta trail run.
Ilustrasi drainase/Ist-WSBT
Harianjogja.com, SLEMAN— Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menemukan banyak drainase ditutup warga tanpa standar teknis. Penutupan asal ini berpotensi memicu banjir.
Ketua Tim Kerja Perencanaan Teknis Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, M. Mu'allim, mengatakan ada sekitar 60 hingga 90 pemohon perizinan penutupan drainase setiap tahunnya. Jumlah ini tergolong sedikit.
Secara umum, penutupan drainase harus rata dengan bahu jalan dan wajib dipasang manhole drainase atau lubang pembersihan yang dilengkapi penutup kokoh dengan jumlah tertentu, biasanya dipasang per tiga meter.
BACA JUGA: Dua Motor Terlibat Kecelakaan di Gamping
Masyarakat dapat melihat tata kelola drainase di Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.
Mu’allim mengaku pihaknya menjumpai penutupan drainase padahal izin belum turun. Apabila penutup drainase lebih tinggi dari bahu jalan, DPUPKP akan menyarankan untuk menambah inlet atau jalan masuk air dengan syarat berada di lokasi tertentu. Kalau berada di tikungan jalan, DPUPKP tetap meminta perbaikan agar drainase rata dengan bahu jalan.
“Masyarakat harus mengajukan izin penutupan drinase. Izin ini jadi salah satu bagian persyaratan pengurusan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung [PBG],” kata Mu’allim dihubungi, Jumat (19/9/2025).
DPUPKP Sleman terus mendorong agar penyelenggaraan sistem drainase perkotaan dapat memenuhi persyaratan tertib administrasi, ketentuan teknis, ramah lingkungan, menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan bebas genangan serta meningkatkan konservasi, pendayagunaan dan pengendalian air. Sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh masyarakat akan dimasifkan.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, mengatakan inlet drainase yang ditutup dapat meningkatkan potensi kerusakan pada sistem drainase. Air yang tersendar dapat membebani struktur drainase. Sebab itu, perlu pemahaman penutupan drainase yang baik agar tidak menimbulkan kerugian bagi warga sekitar drainase.
DPUPKP telah mengalokasikan anggaran senilai Rp1,8 miliar dari APBD Sleman 2025 untuk operasional dan pemeliharaan sistem drainase perkotaan.
Adapun kata Haryadi ada lebih dari 75 titik drainase rusak dalam setahun. Perbaikan dan pemeliharaan sistem drainase menyedot anggaran yang besar, rata-rata setiap tahun menghabiskan Rp1,8 miliar.
Masyarakat bisa menghubungi hotline 085165999985 jika ingin mengetahui prosedur penutupan drainase.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata TNGM naik 21% sepanjang awal 2026. Kalitalang dan Plunyon jadi lokasi favorit wisatawan dan pecinta trail run.
Harga sapi di Gunungkidul naik hingga Rp3 juta jelang Iduladha 2026. Bupati Endah pastikan stok aman dan awasi kesehatan hewan kurban.
Memperingati HUT ke-94, RSUD Tidar Kota Magelang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Simak evaluasi dan testimoni pasien di sini.
Berikut adalah daftar 20 prodi terfavorit di UTBK SNBT 2026 dan panduan cara cek kelulusan. Simak selengkapnya untuk langkah strategis Anda selanjutnya
Antonio Conte resmi tinggalkan Napoli setelah dua musim. Simak perjalanan prestasi Conte dan candaannya soal calon pengganti pelatih timnas Italia di sini.
Hasil SNBT 2026 diumumkan. Sebanyak 256 ribu peserta lolos PTN dari 871 ribu pendaftar dengan tingkat kelulusan 29,42 persen