Pemkot Jogja Target Kurangi Kawasan Kumuh 13,72 Hektare pada 2026
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Gelaran WJNC 2024. - Foto dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan pembatalan pelaksanaan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tidak akan mempengaruhi geliat pariwisata di Kota Jogja. Pada Oktober hingga akhir tahun nanti tercatat masih ada belasan event yang akan digelar.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko optimistis pembatalan pelaksanaan WJNC tidak berdampak signifikan terhadap pariwisata Kota Jogja. Pasalnya masih ada sekitar 15 event yang akan digelar di Kota Jogja hingga akhir tahun.
“Insyaallah tidak apa-apa. Kami sepakat seperti itu karena 15 event yang akan terselenggara di bulan Oktober. Jadi harapannya Jogja tetap semarak dengan event-event tersebut,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).
BACA JUGA: Lionel Messi Cetak 2 Gol, Inter Miami Menang Atas DC United
Menurut Wahyu, pembatalan pelaksanaan WJNC bukan berarti tanpa ada event pengganti, namun sudah ada rangkaian agenda wisata lain yang berjalan.
Pemkot mengikuti arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan keputusan pimpinan daerah terkait pembatalan WJNC untuk menciptakan suasana kondusif. Kegiatan dengan nuansa selebrasi memang sebaiknya ditunda terlebih dahulu sebagai bentuk empati terhadap kondisi masyarakat.
“Kami pun juga dipesan supaya lebih dapat mengemban empan papan dalam penyelenggaraan kegiatan. Dengan begitu, kegiatan kami tetap merakyat dan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya,” katanya.
Pemkot Jogja optimistis pariwisata Jogja pada Oktober mendatang tetap ramai dan menarik minat wisatawan dengan banyaknya event selain WJNC di Oktober mendatang.
BACA JUGA: Menpar: Kunjungan Wisman Capai 8,5 Juta per Juli 2025
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengaku kecewa atas pembatalan penyelenggaraan WJNC. Pasalnya event tahunan tersebut digadang-gadang akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Jogja.
“Event seperti itu selama ini memberi dampak bagi [peningkatan kunjungan] hotel dan restoran di DIY,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Argentina mengalahkan Cape Verde 3-2 lewat perpanjangan waktu dan lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Messi kembali mencetak gol ketujuhnya di turnamen.
Sering mengantuk saat bekerja? Ketahui penyebabnya dan 11 cara efektif mengusir kantuk agar tetap fokus, produktif, dan aman selama beraktivitas.
Swedia menjadi pemilik paspor terkuat dunia 2026 versi Global Passport Index. Indonesia berada di peringkat 119 dari 197 negara.
Cari HP Android mirip iPhone Pro Max? Simak 14 rekomendasi smartphone murah dengan desain premium, fitur modern, dan harga mulai Rp1 jutaan.
Ingin pasang charger mobil listrik di rumah? Simak syarat, kebutuhan daya listrik, tahapan instalasi, dan tips keamanan agar pengisian daya lebih aman.