29.830 Calon Manajer KDKMP Masih Tunggu Penempatan, Ini Kata Wamenkop
Penempatan manajer KDKMP belum dimulai. Sebanyak 29.830 calon manajer telah mengikuti seleksi dan pelatihan.
Dua dosen Teknik Mesin FTI Universitas Islam Indonesia Irfan Aditya Dharma dan Donny Suryawan menciptakan alat dengan berbasis suara yang bisa dimanfaatkan lansia dan difabel. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Lansia dan penyandang disabilitas seringkali membutuhkan alat untuk pemberitahuan dini guna mendapatkan pertolongan. Dua dosen Teknik Mesin FTI Universitas Islam Indonesia Irfan Aditya Dharma dan Donny Suryawan menciptakan alat dengan berbasis suara yang bisa dimanfaatkan lansia dan difabel.
Alat ini diberi nama KrinKen, perangkat pemberitahuan dini berbasis komunikasi radio dengan jangkauan 25 meter. Alat ini untuk membantu lansia, difabel, maupun penderita penyakit kronis dalam meminta pertolongan darurat, KrinKen mengutamakan kesederhanaan, kepraktisan dan efektivitas.
"Ini berawal dari tingginya angka keterlambatan pertolongan medis pada lansia dan penyandang disabilitas mendorong lahirnya sebuah inovasi sederhana. Alat ini dirancang sebagai perangkat pemberitahuan dini tanpa kabel yang dapat digunakan dalam kondisi darurat oleh kelompok rentan, terutama lansia, difabel, maupun penderita penyakit kronis yang tinggal sendiri," kata Irfan Aditya Dharma Rabu (3/9/2025).
Alat ini terdiri dari sebuah tombol pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) dengan jangkauan hingga 25 meter. Cara kerjanya dengan prinsip komunikasi radio sederhana. Pengguna hanya perlu menekan tombol, seketika itu, sinyal dikirim ke penerima dan memunculkan isyarat berupa dering bel atau bunyi Kring sebagai pertanda adanya permintaan tolong.
Menurutnya alat ini diciptakan berangkat dari kenyataan di lapangan bahwa banyak kasus keterlambatan penanganan medis terjadi karena permintaan bantuan tidak tersampaikan dengan cepat. Situasi seperti ini sering menimpa lansia yang tinggal sendiri, penderita penyakit kronis, atau difabel yang kesulitan berteriak atau bergerak untuk mencari pertolongan.
"Kami menjawab kebutuhan akan perangkat darurat yang terjangkau, praktis, dan efektif. Tidak seperti perangkat sejenis yang membutuhkan instalasi rumit atau berbasis internet, KrinKen tidak memerlukan jaringan kabel maupun koneksi WiFi," ujarnya.
KrinKen tidak hanya bermanfaat di lingkungan rumah tangga. Alat ini juga dapat diimplementasikan di fasilitas umum seperti panti jompo, klinik, rumah sakit kecil, hingga tempat tinggal kos atau apartemen yang dihuni lansia. Alat ini membantu memastikan setiap permintaan bantuan tersampaikan dengan cepat kepada keluarga, pengasuh, maupun tenaga medis terdekat.
"KrinKen membawa pesan penting tentang kepedulian sosial. Alat ini hadir sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan, agar mereka merasa lebih aman, mandiri, dan tidak terisolasi. Di sisi lain, keluarga dan pengasuh mendapatkan rasa tenang karena adanya sistem sederhana yang siap memberikan tanda saat orang tercinta membutuhkan pertolongan segera," kata Donny Suryawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penempatan manajer KDKMP belum dimulai. Sebanyak 29.830 calon manajer telah mengikuti seleksi dan pelatihan.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.