IHSG Anjlok 1,72 Persen, Tertekan Bursa Global dan Saham Teknologi
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Kabupaten Bantul memperoleh kuota program transmigrasi berjumlah tiga Kepala Keluarga (KK) untuk keberangkatan ke lokasi transmigrasi pada tahun anggaran 2025.
"Kalau kuota transmigrasi untuk wilayah DIY itu dapatnya 15 KK, nah dari jumlah itu dibagi ke dalam empat kabupaten satu kota, jadi kita Bantul ini dapatnya tiga KK," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Rumiyati di Bantul, Selasa.
Pihaknya tidak hafal jumlah jiwa dari tiga KK calon transmigran yang mengisi kuota tersebut, namun ketiga keluarga tersebut akan ditempatkan ke Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) wilayah Desa Torire, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.
"Kalau lokasi transmigrasi di Torire Poso ini pada tahun 2023 sudah ada penempatan transmigran dari Jawa Timur, kemudian pada 2024 penempatan dari Jawa Tengah, terus sekarang (2025) dari DIY ada 12 KK yang ke sana, yang dari Bantul tiga KK," katanya.
Dia mengatakan ketiga KK calon transmigran tersebut sudah mengikuti berbagai pelatihan dasar program transmigrasi yang difasilitasi Disnakertrans sejak tahun lalu dan untuk memantapkan kesiapan saat ini juga sedang mengikuti pelatihan keterampilan usaha.
"Untuk pelatihan-pelatihan kami sudah mengikutkan di tahun kemarin dan sekarang ini yang dua KK sedang ikut seleksi untuk komcad (komponen cadangan), kan usianya maksimal 35 tahun yang bisa ikut daftar seleksi komcad," katanya.
BACA JUGA: Jembatan Pandansimo Dibuka, Dispar Bantul Geser TPR Pantai
Untuk diketahui, mulai 2025 Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyelenggarakan seleksi komponen cadangan, sehingga bagi calon transmigran dengan usia 35 tahun ke bawah dapat mendaftar seleksi menjadi Komponen Cadangan Bela Negara.
"Kemudian yang satu KK sekarang sedang pelatihan di Balai Besar Pengembangan dan Pemberdayaan Calon Transmigran yang ada di Sleman, ikut pelatihan keterampilan untuk membuka usaha dan kebutuhan keterampilan yang diperlukan di lokasi transmigrasi," katanya.
Mengenai jadwal keberangkatan calon transmigran, Rumiyati menyebut diperkirakan pada sekitar bulan Desember, setelah serangkaian pelatihan dan seleksi komcad selesai dalam kurun waktu dua bulan, sebelum ditempatkan ke lokasi tujuan transmigrasi.
"Rencana keberangkatan nanti setelah seleksi komcad, karena komcad selesai di awal Desember, jadi pemberangkatan kemungkinan di minggu kedua Desember kalau sesuai jadwalnya," kata Rumiyati.
Berdasarkan data Disnakertrans Bantul, saat ini daftar tunggu dalam program transmigrasi dari daerah ini berjumlah 35 keluarga, dari jumlah tersebut yang berusia kurang dari 35 tahun berjumlah lima, sementara yang 30 keluarga berusia di atas 35 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.