TPR Lama Parangtritis Dibongkar, Akses Wisata Bantul Dialihkan
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Ilustrasi arsip/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul melakukan penilaian serta pengawasan terhadap penyelenggaraan kearsipan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kapanewon. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai tata kelola arsip sekaligus mendorong peningkatan kualitas kearsipan di lingkungan Pemkab Bantul.
Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul, Lintang Karmayoga mengatakan, penilaian tersebut bertujuan memastikan arsip yang dihasilkan OPD maupun kapanewon memiliki kualitas yang autentik, utuh, dan dapat dipercaya.
"Tujuannya untuk memperoleh potret penyelenggaraan kearsipan yang utuh, serta dapat ditingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu, sehingga mampu merepresentasikan akuntabilitas penyelenggaraan kearsipan,” jelasnya, Jumat (3/10/2025).
Dari total 45 instansi yang dinilai, hasilnya cukup beragam. Untuk kategori OPD, sebanyak 4 OPD memperoleh predikat Sangat Memuaskan, 20 OPD dinyatakan Memuaskan, 1 OPD mendapatkan nilai Sangat Baik, 2 OPD Baik, dan 1 OPD memperoleh predikat Cukup.
Sementara dari kategori kapanewon, sebanyak 13 kapanewon memperoleh nilai Memuaskan, sedangkan 4 kapanewon meraih predikat Sangat Baik.
Lintang menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas instansi di Bantul sudah mengelola arsip sesuai dengan prinsip dan standar kearsipan, meskipun masih ada yang perlu ditingkatkan.
Menurut Lintang, aspek yang dinilai meliputi kesesuaian antara prinsip, kaidah, dan standar kearsipan dengan praktik yang dilaksanakan di masing-masing OPD maupun kapanewon.
Indikator lain mencakup kinerja arsiparis dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai peraturan perundangan, serta pelaksanaan pengawasan baik secara internal maupun eksternal.
“Kami ingin memastikan penyelenggaraan kearsipan tidak hanya formalitas, tapi benar-benar mendukung akuntabilitas dan keterbukaan informasi di lingkungan Pemkab Bantul,” kata Lintang.
Dengan adanya evaluasi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul berharap setiap OPD maupun kapanewon dapat memperkuat komitmen dalam menata arsip, sehingga ke depan kualitas pelayanan publik semakin terjamin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
DPRD Kota Jogja siapkan Raperda Kota Layak Anak dengan melibatkan polisi untuk menangani kenakalan remaja dan kriminalitas anak.
WNA Brunei tewas di Blok M ternyata sempat menginap bersama pelaku di Jakarta Selatan sebelum penganiayaan maut terjadi.
Kemenhan jelaskan peran TNI dalam memberantas begal Jakarta lewat OMSP bersama Polri untuk menjaga keamanan masyarakat.
Kecelakaan di simpang Madukismo Bantul terjadi saat truk terguling dan menimpa motor di Ringroad Selatan. Pengendara motor mengalami patah tulang.
Jadwal TKA SMA 2026 dimajukan menjadi 26 Oktober–8 November. Kemendikdasmen ubah sistem ujian jadi empat hari per gelombang.