Kisah Anggita, Siswi SMAN 1 Bantul yang Lolos Paskibraka Nasional 2026
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Penampakan TPR darurat yang beroperasi di Pantai Cangkring seiring dengan adanya uji coba beroperasinya Jembatan Pandansimo, Sabtu (4/10/2025) Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL – Uji coba pemindahan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) pantai di kawasan selatan Bantul ke selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) menuai keluhan dari petugas di lapangan. Pemindahan ini merupakan tindak lanjut dari pembukaan Jembatan Pandansimo yang telah dimulai sejak awal pekan ini dan bertujuan untuk menekan kebocoran retribusi.
Diketahui TPR permanen lama yang berada di Jalan Parangtritis telah dipindahkan ke dekat makam Syekh Bela-Belu atau utara JJLS. Sementara untuk kawasan pantai dari sepanjang sisi barat sampai ke timur Bantul, dioperasikan TPR darurat berupa tenda yang letaknya masuk ke kawasan pantai sepanjang kawasan selatan Bantul.
Koordinator TPR Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo, Suto Akhir mengungkapkan, TPR darurat yang hanya menggunakan tenda sangat tidak nyaman bagi petugas. Selain terpapar panas, saat hujan disertai angin para petugas basah kuyup bahkan rawan tenda roboh.
“Kalau hujan lebat disertai angin pekerjaan jadi tidak maksimal. Petugas tetap harus menarik retribusi dalam kondisi basah-basahan,” kata Akhir, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, 22 petugas harus dibagi ke banyak titik pada TPR darurat, termasuk di pantai dengan jumlah pengunjung minim. Kondisi ini membuat distribusi personel tidak seimbang.
“Seperti Pantai Samas, pengunjungnya minim tapi tetap ada petugas. Padahal di pantai lain seperti Tanggul Tirto yang pengunjungnya lebih ramai justru nihil petugas. Ini yang akan saya sampaikan ke Dinas Pariwisata agar ada penyesuaian,” ujarnya.
Akhir berharap pembangunan TPR semi permanen bisa segera direalisasikan agar kinerja petugas lebih optimal, apalagi musim hujan sebentar lagi tiba.
Sementara, Koordinator TPR Induk Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan menyampaikan keluhan serupa. Menurutnya, TPR baru di kawasan itu kurang representatif dibandingkan TPR lama.
“Bangunan yang ada sekarang tidak memadai. Petugas bisa kepanasan atau kehujanan, dan jalurnya hanya satu. Kondisi ini juga rawan kecelakaan karena banyak pengguna jalan melaju kencang tanpa adanya tanda TPR,” jelasnya.
Ia menegaskan pihaknya akan menyampaikan seluruh kendala ini ke Dinas Pariwisata untuk segera dievaluasi. “Dengan pemindahan TPR Induk Parangtritis dan Pantai Depok, penarikan retribusi memang tidak bisa maksimal,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi mengatakan, pemindahan TPR ini masih sebatas uji coba lantaran operasional Jembatan Pandansimo juga belum ditentukan apakah akan dibuka permanen atau tidak. Oleh karena itu pihaknya akan menampung aspirasi petugas TPR di lapangan dan terus mengevaluasi kelancaran kinerja petugas maupun hal teknis lain yang beluk optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 2 Juli 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar pada Kamis, 2 Juli 2026.
Harga emas Pegadaian 2 Juli 2026 kompak turun. Simak daftar harga Antam, Galeri 24, UBS, buyback, dan cara membeli emas di Pegadaian.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 2 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Korban dugaan penyiksaan di percetakan Jakarta Pusat mengaku masih trauma. Said Iqbal memastikan negara menanggung biaya pengobatan korban.