KPU Kota Jogja Bekali Siswa Disabilitas Hadapi Pemilu 2029
KPU Kota Jogja menggelar simulasi pemungutan suara inklusif bagi siswa disabilitas di SLB Negeri Pembina untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.
Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL–Wisatawan lebih memilih membayar tunai retribusi ke sejumlah destinasi wisata di Bantul daripada menggunakan layanan elektronik tiket (e-tiket).
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Saryadi menyampaikan sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Bantul memilih membayar secara manual atau tunai. Dispar mencatat persentase pengguna pembayaran digital hanya berkisar 3,5% dari total pengunjung per bulan.
BACA JUGA: Disbud Bantul Targetkan 5.000 Orang Kunjungi Mataram Culture Fest 2024
Hal itu, katanya lantaran sinyal internet di beberapa destinasi wisata masih lemah. Saat wisatawan yang akan membayar secara digital, seringkali aplikasi yang akan digunakan tidak bisa diakses.
“Tetapi memang di beberapa loket Tempat Pemungutan Retribusi [TPR], terutama di Pantai Barat, sinyal HP cukup berpengaruh. Karena keterbatasan jaringan, proses HP [dalam bertransaksi secara digital] agak lama loadingnya. Itu yang membuat lebih cepat [pembayaran] manual, tinggal menyobek karcis,” ujarnya, Selasa (25/6/2024).
Dia menuturkan sebagian besar wisatawan yang membayar secara digital merupakan generasi muda. "Masih lebih dominan [pembayaran] yang manual, mungkin baru pengunjung generasi muda yang sudah familiar dengan telepon genggang android, mobile banking dan lainnya,” ujarnya.
Menurut Saryadi, Pemkab Bantul belum merancang kebijakan mengenai pembelian tiket retribusi secara daring. Namun, dengan perkembangan digitalisasi, tidak menutup kemungkinan pembelian tiket secara daring dapat diterapkan di waktu mendatang.
"Tiket online kita belum bisa melayani kita belum menyiapkan sistem. Ke depan bisa dikembangkan tiketing online [pembelian tiket retribusi secara daring], [pembayaran] dari tunai ke non-tunai," ujarnya.
Manfaat eTiketing
Saryadi mengatakan, pembayaran digital atau e-tiket retribusi yang diterapkan di destinasi wisata Bantul sejak akhir tahun 2023 lalu, bertujuan untuk mempermudah wisatawan dalam bertransaksi di destinasi wisata.
“Seluruh [wisatawan] objek wisata yang dikelola Pemkab [Bantul] telah kita berikan pilihan pembayaran tiket retribusi secara tunai dan non-tunai dengan QRIS dan zeepos,” ujarnya.
Selain itu, kata Saryadi pembayaran digital dilakukan untuk mengoptimalkan rekapitulasi capaian pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata Bantul. Hal itu lantaran dengan pembayaran digital, PAD yang diterima Pemkab Bantul akan terekap secara real time.
Menurutnya, pembayaran digital juga meningkatkan akuntabilitas dalam pembayaran retribusi tersebut. "Karena cashless jelas uang masuk ke rekening Pemkab. Jadi tidak ada petugas TPR yang terima uang," ujarnya.
Selama ini Pemkab Bantul baru bekerjasama dengan Dinpar DIY dalam aplikasi Visiting Jogja. Pemkab Bantul pun belum memiliki aplikasi untuk pembelian tiket retribusi yang dikelola sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPU Kota Jogja menggelar simulasi pemungutan suara inklusif bagi siswa disabilitas di SLB Negeri Pembina untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.
Prakiraan cuaca DIY 1 Juli 2026, Sleman dan Kota Jogja berpotensi berkabut. Simak kondisi cuaca di lima kabupaten/kota menurut BMKG.
Kementerian PKP akan meningkatkan program BSPS atau bedah rumah di enam provinsi sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Cek jadwal KA Bandara YIA Xpress Rabu 1 Juli 2026 rute Stasiun Tugu Yogyakarta-Bandara YIA lengkap dengan tarif dan waktu perjalanan.
Jadwal SIM Keliling Jogja 30 Juni 2026 lengkap dengan lokasi pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta jadwal Drive Thru SIM Polresta Jogja.
Prancis mengalahkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe mencetak dua gol dan membawa Les Bleus ke 16 besar.