PEREKONOMIAN DAERAH: Budaya Jadi Keunikan Transformasi Ekonomi DIY
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Arsip-Embung Giwangan, Kota Jogja./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) akan membangun embung bernama Watu Kucir di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman pada 2026. Embung ini akan mendukung pertanian sekitar, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Arif Hariyanto, mengatakan pengusulan pembangunan oleh Bupati Sleman ke BBWSSO pada awalnya memang ada tiga embung. Namun, ada satu usulan saja yang akhirnya ditindaklanjuti.
Lokasi pembangunan embung tersebut menggunakan lahan berstatus tanah kas desa (TKD). Proses perizinan saat ini sampai di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman. Setelah mendapat izin penggunaan dari Gubernur DIY, pembangunan dapat dilakukan.
“Pemerintah Pusat menghendaki Embung Watu Kucir dulu. Soalnya sudah ada detail engeneering design [DED] juga. Perizinan sudah sampai di Dispertaru Kabupaten, jadi mungkin ini pertimbangan didahulukan,” kata Arif dihubungi, Senin (6/10/2025).
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, kata dia memang meminta agar DPUPKP mengupayakan pembangunan embung. Keberadaan embung menjadi dukungan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo.
Ke depan, DPUPKP akan mengupayakan pembangunan embung lain sebagaimana diminta Bupati Sleman.
Pelaksana pembangunan Embung Watu Kucir adalah BBWSSO. Anggarannya diperkirakan mencapai Rp8 miliar mengacu pada DED yang telah ada. Apabila ada peninjauan ulang DED, ada potensi pembengkakan anggaran. “Embung Watu Kucir ini nanti akan ikut mensuplai air untuk Daerah Irigasi sekitar situ,” katanya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan sektor perikanan terus berkembang di sepanjang Selokan Mataram dan Van Der Wijck. Perlu ada manajemen air yang jelas agar air untuk sektor perikanan tidak menganggu sektor pertanian.
Pembuangan air kolam ikan pun tidak boleh sembarangan. Perlu ada buangan yang jelas air kolam itu.
“Makanya ada rencana pembangunan tiga embung tahun depan. Satu di Moyudan dan dua di Turi. Buangan air perikanan yang lewat arah Selatan akan kami arahkan ke embung,” kata Harda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.