Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi TKA/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Pendidikan menengahi akan dilaksanakan di awal November 2025. Meski demikian pelaksanaan tes ini bukan menjadi kewajiban karena siswa bisa mengikuti ataupun sebaliknya.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Tukiman mengatakan, pelaksanaan TKA untuk tingkat SMA dan sederajat akan dilaksanakan pada 3-6 November. Pihaknya mengakui sudah siap melaksanakan tes ini karena berbagai persiapan telah dilakukan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.
“Insya Allah sudah siap. Kemari petugas teknis sudah memberikan pelatihan untuk mendukung pelaksanaan TKA kepada operator di sekolah,” kata Tukiman kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).
Dia menjelaskan, tes pengganti ujian nasional ini bukan hal yang wajib. Pasalnya, para siswa kelas 12 diperbolehkan untuk tidak mengikuti tes ini. “Memang boleh tidak mengikuti tes ini karena disesuaikan dengan pilihan siswa dan orang tua. Tapi, ada imbauan para siswa bisa mengikutinya,” katanya.
Disinggung mengenai jumlah siswa kelas 12 di Gunungkidul yang akan mengikuti TKA, Tukiman mengaku belum tahu pasti. Ia berdalih data terpusat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, sedangkan hingga saat ini belum ada rilis data berkaitan dengan peserta tes tersebut.
“Datanya belum dirilih. Jadi, kami belum tahun berapa jumlah siswa yang mengikuti TKA,” katanya.
Wakil Kepala SMK Negeri 1 Wonosari, Bidang Kurikulum, Eka Irawan mengatakan, berdasarkan atas surat pernyataan yang dibuat ada sebanyak 462 siwa yang mengikuti TKA. Adapun materi yang diujikan sesuai dengan mata pelajaran yang jadi pilihan para siswa.
Mata pelajaran pilihan pertama adalah PKK dan kedua boleh memilih di antara Ekonomi, PKn, Sejarah, Bahasa Indonesia tingkat lanjut, Bahasa Inggris tingkat lanjut, Matematika tingkat lanjut, fisika, kimia, antropologi, sosiologi dan geografi. Adapun mata pelajaran yang wajib terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika.
“Alhamdulillah siswa kelas 12 ikut semua untuk TKA di awal November mendatang,” katanya.
Ditambahkan dia, sebelum TKA dijalankan, pada 8-12 Oktober akan dilaksanakan simulasi. Sedangkan tryout yang dilaksanakan oleh Disdikpora DIY digelar 13-14 Oktober 2025.
Ia berharap TKA di sekolahnya dapat berjalan dengan lancar. kendati demikian, Eka memastikan, hasil dari ujian ini tidak akan menjadi penentu dalam kelulusan para siswa.
“Tujuannya untuk memberikan informasi tentang capaian akademik siswa, mendorong peningkatan kualitas Pendidikan. Selain itu, juga jadi salah satu indikator masuk perguruan tinggi, tapi hasil dari TKA tidak jadi penentu kelulusan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.