Jogja Expo 2026 Catat Potensi Perputaran Ekonomi Rp25 Miliar
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Ilustrasi rupiah. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL —Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bantul meminta agar Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2026 disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja terutama yang sudah berkeluarga. Kenaikan upah diharapkan sesuai dengan kondisi riil industri dan sama-sama menguntungkan baik bagi pengusaha dan juga kalangan pekerja.
Sekretaris DPC SPSI Bantul, Agung Santoso mengatakan, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Dewan Pengupahan setempat terkait dengan pembahasan teknis UMK 2026. Meski begitu, ia berharap ada kenaikan UMK yang tetap realistis mengikuti kondisi industri di daerah.
"Harapannya tetap ada kenaikan, meski mungkin tidak sebesar tuntutan di daerah lain,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).
Menurut Agung, besaran UMK Bantul tahun ini Rp2.360.533 sebenarnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja lajang, bukan yang sudah berkeluarga. Karena itu, masih banyak pekerja di Bantul yang terpaksa mencari tambahan penghasilan di luar pekerjaan utama.
“Kalau dilihat dari UMK itu sebetulnya cukupnya hanya untuk lajang. Kalau sudah rumah tangga ya tetap kurang. Makanya banyak yang nyambi atau kerja sampingan,” katanya.
Agung menambahkan, kondisi industri di Bantul saat ini relatif stabil meskipun tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Beberapa sektor, seperti tekstil, masih bertahan, tetapi tetap terdampak perlambatan ekonomi. “Kami berharap UMK 2026 bisa disesuaikan dengan KHL dan angkanya sama-sama disepakati dengan baik antara pekerja dan pengusaha,” katanya.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Rina Dwi Kumaladewi menyampaikan bahwa pembahasan UMK 2026 belum dimulai karena pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.
"Kami masih tunggu surat dari pusat untuk penentuan UMK 2026. Setelah ada petunjuk, baru kami menentukan langkah selanjutnya,” kata Rina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Kecelakaan lalu lintas di Kulon Progo turun 44,4% pada pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026. Polisi mencatat 15 kejadian.
DPRD DIY mengusulkan pembentukan BUMD khusus pengelola aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah keterbatasan fiskal.
EHEF 2026 menghadirkan 90 kampus Eropa dari 14 negara di UGM pada 4 November. Pengunjung bisa mencari informasi kuliah dan beasiswa gratis.
Inflasi DIY Oktober 2026 mencapai 0,27%. Harga cabai merah, tomat, beras, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang utama.
AKBP Netty Rosdiana mengajukan pengunduran diri dari Polri per 1 September 2026. Ini alasan dan rencana aktivitasnya setelah mundur.