Listrik Padam Mulai Pukul 10.00 WIB: Sleman, Bantul, dan Kota Jogja
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Sejumlah pakar Hubungan Internasional (HI) membahas potensi perkembangan hubungan antara Indonesia dengan pakistan dalam Policy Lab: Perumusan Strategi Kemitraan Indonesia-Pakistan dengan Mitra Akademisi di Auditorium Fakultas Hukum UII, Selasa (7/1/2025). Ada sejumlah bahasan strategis yang turut dihadiri Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Hafeez Chaudhri. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pakar Hubungan Internasional (HI) membahas potensi perkembangan hubungan antara Indonesia dengan pakistan dalam Policy Lab: Perumusan Strategi Kemitraan Indonesia-Pakistan dengan Mitra Akademisi di Auditorium Fakultas Hukum UII, Selasa (7/1/2025). Ada sejumlah bahasan strategis yang turut dihadiri Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Hafeez Chaudhri.
Ketua Program Studi Hubungan Internasional UII, Karina Utami Dewi menjelaskan pertemuan yang dihadiri pakar HI dari berbagai kampus di Indonesia serta Pakistan tersebut untuk merayakan 75 tahun hubungan kerja sama kedua negara. Melalui pertemuan itu, ia berharap berbagai pihak baik dari sisi Pemerintah Indonesia maupun Pakistan mendapatkan perspektif baru terkait potensi pengembangan kerja sama ke depan.
"Hari ini yang dibahas terkait ekonomi dan investasi, kemudian keamanan dan sosial budaya," kata Karina.
Ia mencontohkan salah satu materi berkaitan dengan pertukaran mahasiswa dan dosen kedua negara sudah berjalan. Di UII sendiri setidaknya ada belasan mahasiswa asal Pakistan dan tiga di antaranya merupakan mahasiswa baru tahun 2025.
Selain itu pertukaran dosen juga terus dilakukan, di mana dosen UII beberapa kali diundang ke Pakistan untuk memberikan padangan politik Indonesia.
Adapun terkait keamanan, tentu pembahasannya akan mengedepankan Indonesia yang dikenal sebagai negara non-blok. Indonesia tentu berusaha memastikan agar keamanan di kawasan tersebut stabil.
"Karena Indonesia mungkin posisinya sebagai mitra yang mudah-mudahan bisa berperan di posisi non-blok, harapannya punya peran diplomasi yang lebih besar untuk memastikan kestabilan keamanan di kawasan tersebut. Apalagi kita punya beberapa kolaborasi, sehingga keamanan kawasan menjadi sesuatu yang menarik dibahasa akademisi Hubungan Internasional," katanya.
Rektor UII Fathul Wahid memastikan kerja sama bidang akademik antara Indonesia dengan Pakistan selama ini sudah berjalan dengan baik. Terbukti, di UII ada banyak mahasiswa asal Pakistan yang menimba ilmu. Begitu sebaliknya banyak dosen UII yang diberikan ruang untuk berkolaborasi keilmuan dengan beberapa kampus Pakistan.
"Tentu kami berharap adanya pertukaran mahasiswa yang selama ini sudah berjalan, bisa semakin mempererat kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dengan Pakistan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.