DPRD Kota Jogja Soroti Kredit IKM, Perbankan Diminta Tetap Hati-hati
DPRD Kota Jogja mendorong IKM beradaptasi saat daya beli melemah, sementara perbankan perlu berhati-hati menyalurkan kredit usaha.
Festival melukis layangan/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman selesai menyelenggarakan acara Sleman Kite Festival di Lapangan Tiban, Sendangmulyo, Minggir, Sleman pada Sabtu (4/10/2025) – Minggu (5/10/2025). Selama dua hari penyelenggaraan, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp350 juta.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, mengatakan perhitungan kasar perputaran uang tersebut bukan hanya mengacu pada transaksi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan pembeli, tapi juga jasa vendor.
“Kami sebetulnya tidak fokus ke perputaran uang selama acara, tapi perhitungan kasar kami bisa Rp350 juta,” kata Irawati dihubungi, Jumat (10/10/2025).
Menurut dia perputaran uang terjadi di semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. Dari sekitar 60 pelaku UMKM saja, omzet selama dua hari bisa Rp200 juta. Dari acara itu sendiri, anggaran dibelanjakan hingga Rp150 juta yang mendorong perputaran ekonomi ke setiap vendor yang ada.
Penginapan sekitar Sleman bagian barat pun ikut digunakan peserta dan pengunjung dari luar daerah; belum lagi peserta Sleman Kite Festival kemudian berwisata ke sekitar lokasi, termasuk Kota Jogja.
Ketua Panitia Sleman Kite Festival 2025, Sony Nuryanto, mengatakan peserta Sleman Kite Festival 2025 berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Dari dalam negeri, peserta berasal dari Bali, Kalimantan Selatan, Jakarta, dan hampir semua kota-kota di Pulau Jawa. Dari luar negeri antara lain ada Jepang, Singapura, Malaysia, Swedia, dan Hongkong.
“Negara-negara Asia, kalau eksibisi suka layang-layang tanpa rangka. Keseluruhannya kain saja. Angin saja yang mengisi. Kalau Swedia begitu suka layang-layang kecil dan bermacam-macam bentuknya,” kata Sony.
Adapun biaya pembuatan layang-layang ukuran 30 meter rata-rata mencapai Rp18 juta. Paling mahal layang-layang ukuran 40 meter dengan biaya pembuatan Rp40 juta.
“Pengembangan dunia kreatif layang-layang semakin berkembang ketika Pandemi Covid-19. Pada main layang-layang dan kemudian ada event di JJLS [Jalur Jalan Lintas Selatan] menerbangkan layang-layang malam hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong IKM beradaptasi saat daya beli melemah, sementara perbankan perlu berhati-hati menyalurkan kredit usaha.
Marc Marquez memilih tiba di Qatar pada Kamis malam menjelang MotoGP 2026. Konflik Timur Tengah dan mundurnya Yamaha menjadi sorotan.
DPMPTSP setempat mencatat terdapat 43 izin usaha homestay yang dikeluarkan sepanjang 2025-2026. Total nilai investasi yang tercatat mencapai sekitar Rp7,32 mil
Serangan siber menyasar sistem pendingin supermarket di tujuh negara Eropa. Suhu kulkas naik dan stok makanan terancam rusak.
DPMPTSP Gunungkidul mencatat 62 izin homestay dan 83 izin vila sejak 2021. Pariwisata menjadi salah satu pendorong investasi penginapan.
Kimi Antonelli memilih tetap memakai nomor 12 meski menjadi juara dunia F1 2026. Nomor tersebut punya makna khusus dan berkaitan dengan idolanya.