Inflasi Jogja Naik 0,46 Persen, Kenaikan Harga BBM Jadi Pemicu Utama
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Ilustrasi program padat karya./ Ist
Harianjogja.com, JOGJA — Program padat karya di Kota Jogja tahun ini telah menyerap 192 warga sebagai tenaga kerja. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mendorong pelaksanaan program tersebut sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus memperbaiki fasilitas umum di lingkungan permukiman.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja, Maryustion Tonang, menyampaikan bahwa program padat karya tahun ini melibatkan 192 tenaga kerja lokal dengan total anggaran mencapai Rp1,29 miliar.
“Padat karya yang dilaksanakan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya menambah penghasilan warga tetapi juga memperbaiki kondisi fisik lingkungan,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Bumijo, Senin (13/10/2025).
Tahun ini, program padat karya dilaksanakan di empat kelurahan, yakni: Pandeyan, Kemantren Umbulharjo; Rejowinangun, Kemantren Kotagede; Karangwaru, Kemantren Tegalrejo; dan Bumijo, Kemantren Jetis
Maryustion menjelaskan, di Kelurahan Pandeyan dan Rejowinangun, program difokuskan pada pembuatan talud permukiman untuk mencegah longsor dan menjaga stabilitas jalan.
Di Karangwaru, kegiatan padat karya mencakup penggantian tutup saluran air hujan (SAH) sepanjang 98 meter dengan lebar 1 meter, serta pembuatan 12 unit saluran pembuangan air hujan (SPAH) guna meningkatkan sistem drainase dan sanitasi lingkungan.
Sementara itu, di Kelurahan Bumijo, program dilakukan melalui pavingisasi jalan sepanjang 125 meter dengan lebar 6,6 meter untuk meningkatkan aksesibilitas warga.
Salah satu warga Bumijo, Nurmalita, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut.
“Dulu jalan kampung ini rusak dan berdebu saat kemarau. Sekarang setelah dipaving lewat program padat karya, jadi bersih, rapi, dan aman dilalui anak-anak. Kami benar-benar merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa program padat karya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diharapkan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Program padat karya ini selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga mampu meningkatkan perekonomian warga. Selama program berjalan, seluruh tenaga kerja diambil dari warga sekitar. Ini sekaligus menjadi sarana perluasan kesempatan kerja,” kata Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.
Petisi online yang menargetkan Sarwendah menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial. Puluhan ribu dukungan diklaim telah terkumpul.
Manuel Neuer dan Riyad Mahrez resmi pensiun dari tim nasional usai Piala Dunia 2026, menandai berakhirnya era dua legenda sepak bola dunia.
Anthropic dikabarkan menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI kustom guna mengurangi ketergantungan pada pemasok GPU eksternal.