GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Becak Listrik sedang mengisi daya di fasilitas pengisian daya di Ketandan, Kamis (23/10/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Becak listrik sekarang masih terbatas sebanyak 90 unit yang beroperasi di Malioboro. Untuk mendukung low emission zone Malioboro, becak listrik perlu diperbanyak untuk menggantikan becak motor.
Perwakilan Paguyuban Becak Listrik, Paimin Ahmad Sarjono, menjelaskan saat ini ada 90 unit becak listrik dari pengadaan 2023 sebanyak 50 unit dan memiliki tiga koperasi, kemudian dari pengadaan 2024 sebanyak 40 unit yang juga memiliki tiga koperasi.
Selama kurang-lebih dua tahun pemakaian, menurutnya tidak ada kerusakan signifikan dan masih bisa diperbaiki di tempat produksinya. “Kemaren sempat ada peninjauan ulang dari tim gabungan—UGM, Dinas Perhubungan. Untuk produksi tahun 2024, komponennya memang dijamin selama satu tahun. Kalau ada kerusakan yang tidak disengaja, bisa langsung diganti,” katnaya.
Untuk stasiun pengisian daya di Ketandan, pengemudi becak listrik jarang memanfaatkannya karena menurutnya ada kerusakan dan mereka bisa mengisi daya dimana saja. Ditambah lokasi itu sekarang sedang ada pembangunan area parkir Ketandan sehingga menyulitkan akses masuknya.
“Masih ada, tapi kondisinya sudah rusak. Jadi kami jarang pakai. Biasanya kalau mau isi daya, saya minta izin saja di tempat lain. Saya sering ngecas di daerah Pakuncen, di rumah makan. Nggak masalah, karena nggak menghabiskan banyak listrik juga,” ungkapnya.
Ia juga berharap pemerintah bisa menata kawasan Malioboro agar tidak dipenuhi becak motor (bentor) dan menambah becak listrik. “Sudah pernah dibahas juga, katanya akan ada penertiban untuk becak motor yang beroperasi di kawasan Malioboro. Prinsipnya, kendaraan yang menggunakan BBM memang tidak boleh beroperasi di sana,” ujarnya.
Menurutnya, becak listrik harus ditambah. Hotel-hotel menurutnya juga bisa berkontribusi untuk mendukung hal ini. “Kalau hanya segitu, belum cukup. Dinas Pariwisata juga seharusnya ikut mendorong hotel-hotel berbintang agar menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti becak listrik untuk melayani tamu, bukan becak motor,” katanya.
Namun sampai saat ini ia belum mendengat informasi penambahan becak listrik dari pemerintah. Jika nantinya ada penambahan, ia memberi masukan dari sisi rem perlu ditingkatkan. “Sekarang masih pakai rem cakram motor, satu di bagian belakang. Sebenarnya cukup kuat, tapi untuk jarak jauh atau jalan menurun sebaiknya ditambah sistem pengaman rem,” paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemda DIY terus berupaya menambah becak listrik dan bus listrik untuk mendukung Malioboro sebagai low emission zone. Uji coba Malioboro tanpa kendaraan bermotor pun terus dilakukan baik sehari penuh di hari tertentu maupun penambahan durasi pada malam hari.
Harian Jogja berusaha menghubungi Dinas Perhubungan DIY, namun sampai berita ini ditulis tidak mendapat respon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.