Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Invalid, Antrean Haji 14 Tahun
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Sebanyak 113 peleton pelajar dari jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA mengikuti Lomba Baris Berbaris (LBB) Kota Jogja 2025. /Pemkot-Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 113 peleton pelajar dari jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA mengikuti Lomba Baris Berbaris (LBB) Kota Jogja 2025. Kompetisi ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat (24/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) di Stadion Mandala Krida.
Kegiatan itu diikuti total 113 pleton, terdiri atas 21 pleton SD, 45 pleton SMP terdiri dari 20 putra dan 25 putri, serta 47 pleton SMA terbagi 19 putra dan 28 putri.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan mengatakan LBB bukan sekadar lomba menampilkan kekompakan gerak dan kerapian barisan, namun memiliki makna sebagai sarana pembentukan disiplin, karakter dan semangat kebangsaan bagi generasi muda.
Ia berharap kegiatan itu tidak hanya sebagai juara lomba saja, namun bisa mendorong para peserta untuk lebih disiplin dan pembentukan karakter. "Sehingga dengan berbaris ini kita mencoba melatih anak-anak atau adik-adik kita bisa lebih punya kedisiplinan tinggi, sportivitas, dan juga posisi untuk rasa kebersamaan,” ujar Wawan sebagaimana dilansir laman resmi Pemkot Jogja Jumat.
Kegiatan seperti LBB menjadi wadah efektif untuk menanamkan semangat kebangsaan, gotong royong, serta cinta tanah air di kalangan pelajar. Nilai-nilai tersebut, merupakan pondasi penting dalam membangun Kota Jogja sebagai kota yang berbudaya, tertib dan berdaya saing.
"Kami mengapresiasi animo sekolah-sekolah untuk ikut serta dalam lomba ini. Istilahnya lomba kegiatan ini cukup bergengsi,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Jogja Budi Santosa Asrori menambahkan LBB merupakan ajang yang sangat bergengsi di kalangan pelajar. Kegiatan ini menjadi wadah positif untuk menumbuhkan semangat latihan, kebanggaan, serta motivasi di antara siswa.
LBB bukan hanya soal ketangkasan fisik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan semangat kebersamaan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan yang menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan dan nasionalisme di kalangan pelajar Kota Jogja.
“Ini sebenarnya ajang bergengsi bagi anak-anak. Pleton itu kan suatu kebanggaan. Dengan adanya kejuaraan seperti ini, anak-anak jadi lebih termotivasi untuk berlatih,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.