Tol Jogja-Solo di Ringroad Kronggahan Rampung Oktober 2026, Desember Fungsional
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis berupa mi ayam lengkap dengan sayur dan kerupuk pangsit serta buah. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah siswa maupun guru yang sebelumnya menunjukkan gejala pusing hingga diare diduga karena mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Mlati saat ini dilaporkan sudah sehat. Saat ini distribusi MBG ke SMPN 2 Mlati dihentikan sementara.
Kepala SMPN 2 Mlati, Isnan Abadi menyampaikan jika saat ini seluruh siswa yang sebelumnya mengalami sejumlah gejala keracunan telah sehat.
"Alhamdulillah semuanya sudah aman terkendali, sehat-sehat semua," kata Isnan pada Senin (27/10/2025)
Isnan juga memberikan kabar terbaru ihwal salah satu siswanya yang sempat dirujuk ke rumah sakit. Menurutnya siswa tersebut dipulangkan di hari yang sama setelah dirujuk. "Sore langsung pulang," ungkapnya.
Selain para siswa, para guru yang sebelumnya sempat menunjukkan gejala serupa kata Isnan juga sudah sehat. Isnan menjelaskan jika total ada tujuh guru dan TU yang menunjukkan gejala keracunan. "Sudah semuanya, sehat semuanya," ujarnya.
Secara umun, Isnan menambahkan jika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat ini telah kembali normal. Hanya saja untuk distribusi MBG ke SMPN 2 Mlati saat ini masih dihentikan.
"Hari ini dihentikan masih menunggu kebijakan dari yang pejabat yang berwenang, kami ikut," ujarnya.
Penghentian distribusi MBG ke SMPN 2 Mlati ini kata Isnan mulai berlaku Senin ini. Sementara program dihentikan, siswa bisa membawa bekal dari rumah.
"Mulai hari ini tidak ada dulu," katanya.
"Untuk sementara sebelum ada lagi kebijakan untuk MBG lagi nggih kembali ke semua, anak-anak membawa bekal dari rumah," ucapnya.
Sebelumnya puluhan siswa dari tiga sekolah di Mlati menjalani pemeriksaan di Puskesmas usai menunjukkan sejumlah gejala pusing hingga diare diduga karena mengonsumsi MBG.
Kepala Puskesmas Mlati I, Isah Listiyani menjelaskan ada tiga sekolah yang siswanya dibawa ke Puskesmas untuk menjalankan pemeriksaan. Ketiga sekolah tersebut kata Isah meliputi MAN 3 Yogyakarta (Mayoga), SMPN 2 Mlati dan SDN Jombor Lor.
"Ini tadi sekitar jam sembilan, informasi dari guru SMP Mlati 2 ada siswa yang diduga karena mengonsumsi MBG kemarin [Kamis]," terang Isah ditemui di Puskesmas Mlati I pada Jumat (24/10/2025).
Para siswa yang mengalami sejumlah gejala di atas selanjutnya mendapatkan sejumlah penanganan. Kebanyakan siswa diberi obat dan menjalani rawat jalan. Obat diberikan sesuai dengan keluhan atau gejala yang dialami siswa.
Total hingga tengah hari, sekitar 84-an orang sempat dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan. Dari jumlah tersebut ada satu siswa yang dirujuk ke rumah sakit karena lemas.
Selain itu, Puskesmas Mlati I lanjut Isah juga telah mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi siswa. Adapun sampel makanan yang diambil merupakan makanan yang diberikan pada Kamis (23/10/2025) dan Jumat (24/10/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.