Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Ilustrasi Media Sosial - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pelajar di Kabupaten Kulonprogo sangat aktif berselancar di dunia maya. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, pelajar Bumi Binangun bisa menghabiskan tujuh hingga sembilan jam sehari mengakses internet.
Kondisi tersebut mengakibatkan butuh perhatian serius lantaran konten-konten media sosial sangat mudah ditemui pelajar yang mengakses internet. Tidak hanya konten positif tetapi juga konten negatif. Bahkan berdampak pada peningkatan perundungan digital atau Cyberbullying.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi mengatakan, konten negatif di media sosial menyebar enam kali lebih cepat dibanding konten positif. Menurutnya, kondisi tersebut mengakibatkan para pelajar Kulonprogo sangat terancam terhadap paparan hoaks, radikalisme, dan konten pornografi.
"Kasus perundungan digital [Cyberbullying] meningkat 40 persen dalam dua tahun terakhir. Ketika kami diam anak-anak Kulonprogo dididik algoritma medsos yang tidak terkendali," katanya kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Di Kulonprogo ada sekitar 45 ribu pelajar dari SD hingga SMP. Literasi digital pelajar masih rendah sangat rentan terhadap manipulasi informasi. Pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak masih sangat minim. "Contohnya sederhana banyak orang tua tidak mengetahui password akses masuk gawai anaknya itu ada," ujarnya.
Konten viral yang tidak edukatif mudah menggerus budaya lokal. Disdikpora Kulonprogo menggagas program kolaboratif untuk memberikan konten positif sehingga mengurangi yang negatif. Program itu mengkampanyekan pelajar Kulonprogo berkarakter, edukasi literasi digital, pojok inspirasi, investasi kolaboratif, serta media monitoring dan rapid response. Konten positif sangat penting untuk agar membentuk persepsi yang baik bagi pelajar.
Sekretaris Disdikpora Kulonprogo, Nur Hadiyanto menambahkan pengawasan orang tua untuk apa yang boleh dan tidak boleh bagi pelajar penting untuk dilakukan. "Sebenarnya kegiatan parenting sudah rutin kita lakukan bagaimana orang tua ikut mengawasi anak-anaknya di era digital," katanya.
"Tetapi memang praktiknya tidak mudah seperti teori karena anak-anak lebih pintar dari orang tuanya, HPnya dipassword orang tuanya tidak bisa mengakses," ucapnya. Konten positif dibutuhkan agar anak bisa mengetahui dan belajar cara bermedsos yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.
Bakom menegaskan tata letak Sidang Kabinet Paripurna dirancang untuk memudahkan arahan Presiden Prabowo, bukan terkait kedudukan Wapres Gibran.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti menilai terdapat dugaan penggunaan skema safe house dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.
Merawat rekam jejak perjalanan sejarah dari masa kolonial hingga era modern, Ambarrukmo Group resmi meluncurkan buku edisi kedua
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.