Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berupaya memperkuat mitigasi bencana melalui program Kampung Tangguh Bencana (KTB). Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Kota Jogja.
Anggota KTB Gedongkiwo, Satuni, menilai masyarakat perlu memiliki kesiapan untuk menghadapai potensi bencana di setiap wilayah. Sebagai warga yang tinggal di wilayah yang dilintasi Sungai Winongo, Satuni mengaku KTB Gedongkiwo telah melakukan pemetaan titik rawan longsor di sepanjang bantaran Kali Winongo.
“Ketika musim hujan, daerah bantaran sungai sering longsor. Kami bersama warga membangun tanggul dan menyiapkan langkah antisipasi. Dari RW 1 hingga 18 sudah dipetakan titik rawan longsor untuk siaga,” ujarnya dalam Deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana di Balai Kota Jogja pada Kamis (30/10/2025).
Dia pun menilai edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kepeduliannya agar dapat melakukan upaya mitigasi kebencanaan perlu dilakukan.
“Edukasi kepada masyarakat kami lakukan dengan mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan dan sungai. Masyarakat juga diajak memilah sampah seperti botol plastik untuk mencegah banjir,” ujarnya.
Satuni menambahkan, kesadaran warga kini meningkat setelah dilakukan edukasi terkait mitigasi bencana secara rutin.
“Setelah ada edukasi, masyarakat mulai sadar bahwa membuang sampah ke sungai bisa menyebabkan banjir,” ujarnya.
Sementara itu, anggota KTB Suryodiningratan, Subono, berharap agar keberadaan KTB di Kota Jogja mampu meningkatkan kesiapan Kota Jogja dalam menghadapi potensi bencana yang ada. Dia berharap deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana tersebut mampu meningkatkan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya mitigasi kebencanaan.
“Harapannya dengan adanya deklarasi ini semua pihak bisa bersinergi dalam menghadapi potensi bencana. Di wilayah kami, kesiapsiagaan sudah lengkap, baik dari peralatan maupun personel,” ucapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, menuturkan pihaknya bersama KTB telah melaksanakan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan Kota Jogja dalam menghadapi bencana, antara lain review KTB di 14 kemantren, edukasi kebencanaan melalui podcast, hingga uji coba early warning system (EWS) di sungai.
“Dengan kondisi cuaca saat ini, keberadaan peralatan dan kesiapan warga sangat dibutuhkan. Kita ingin memastikan semuanya siap dan berfungsi,” katanya.
Nur Hidayat menambahkan, keberadaan deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana sebagai langkah awal Pemkot Jogja untuk menyiapkan beberapa indikator yang diperlukan untuk menjadi kota tangguh bencana.
“Targetnya, dalam lima tahun ke depan kita bisa memenuhi sepuluh indikator ketangguhan, termasuk aspek kelembagaan, kapasitas wilayah, anggaran, dan kolaborasi pentahelix,” ujarnya (
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : https://warta.jogjakota.go.id
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.