Kemarau Datang, Gunungkidul Siapkan Droping Air Mulai Juli
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul masih terus melakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan maut di ruas jalan Rongkop-Wonosari di Padukuhan Kerdonmiri, Karangwuni. Hingga Jumat (31/10/2025) juga belum ada penetapan tersangka didalam kasus ini.
“Masih proses karena masih sebatas pemeriksaan saksi,” kata Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Arfita Dewi.
Menurut dia, sudah ada lima orang saksi yang diperiksa. Meski tidak menyebut rincian saksi terperiksa, namun kegiatan ini sebagai salah satu langkah untuk mengungkap kasus kecelakaan yang melibatkan truk molen dengan dua sepeda motor secara tuntas.
“Keterangan saksi akan kami kumpulkan untuk bisa disimpulkan sebagai penyebab terjadinya kecelakaan,” katanya.
Selain pemeriksaan saksi, Arfita mengakui sudah berkoordinasi dengan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda DIY dikerahkan untuk mengetahui kronologi maupun penyebab pasti kecelakaan. “Sudah dilakukan olah TKP bersama dengan tim dari Polda,” katanya.
Arfita menambahkan, kecelakaan bermula saat truk molen yang dikendarai BM melaju dari arah Rongkop menuju Wonosari. Sesampainya di lokasi kejadian, yang jalannya menikung dan menurun, laju truk terlalu ke kanan.
Di saat bersamaan dari arah berlawanan melaju dua sepeda motor. Dikarenakan jarak yang terlalu dekat maka terjadilah kecelakaan.
“Tak hanya menabrak pesepeda motor, tapi truk molen juga menabrak pagar pembatas rumah warga,” katanya.
Didalam peristiwa ini tiga pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian. “Dua korban saling berboncengan, yakni MZ dan BDS. Sedangkan satu korban berinisial RBS. Ketiganya merupakan warga asal Kapanewon Rongkop,” katanya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan, pihaknya ikut dilibatkan dalam pemeriksaan kasus kecelakaan maut di Kapanewon Rongkop. Sesuai dengan ketugasan yang dimiliki, diminta pihak dari Polres Gunungkidul untuk melakukan uji kir terhadap truk molen yang saat ini diamankan di Mapolres.
Rencananya, sambung dia, pengujian dilaksanakan pada Jumat Siang. Namun, dikarenakan petugas dari satlantas masih memeriksa sejumlah saksi maka pelaksanaan diundur minggu depan.
“Harusnya Jumat siang dilakukan uji kir. Tapi, diundur karena masih memeriksa saksi. Kemungkinan pengujian dilakukan Senin pekan depan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
BRIN menargetkan Satelit NEO-1 meluncur Januari 2027. Satelit observasi bumi ini memiliki TKDN 65% dan mendukung pemetaan hingga mitigasi bencana.
BKKBN menyebut mayoritas generasi muda Indonesia tetap ingin menikah dan memiliki anak, meski terkendala faktor ekonomi dan perumahan.
Pertamina Patra Niaga memberhentikan awak mobil tangki BBM yang viral merokok saat bertugas karena melanggar prosedur keselamatan HSSE.
Bantuan air bersih mulai disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul oleh BPBD dan kapanewon di sejumlah kalurahan.
Prabowo menyebut relief Ramayana di Candi Prambanan menjadi saksi kedekatan peradaban Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun.