Cuaca Ekstrem Serang Kolam Gurame Sleman, Tebar Benih Diminta Ditunda
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Jumat (10/10/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN—Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi DIY telah menyerap gabah kering panen (GKP) petani Kabupaten Sleman hingga 4.187 ton per Oktober 2025. Penyerapan masih terus dilakukan hingga akhir tahun.
Manajer Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Perum Bulog Kanwil DIY, Nur Fuad, mengatakan Bulog tidak memiliki target khusus penyerapan gabah di Kabupaten Sleman. Pihaknya akan terus menyerap gabah hingga akhir tahun.
Penyerapan gabah tersebut merupakan kebijakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Bulog menebus gabah dengan harga Rp6.500 kilogram (kg). Ketentuan harga gabah tertuang dalam Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan atas HPP dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.
“Apakah kebijakan ini berlanjut hingga 2026, kami tidak tahu. Itu kebijakan Bapanas dan Kementan. Kami menerima perintah saja,” kata Nur Fuad dihubungi, Jumat (31/10/2025).
Nur Fuad menambahkan tidak ada kendala signifikan selama proses penebusan gabah di tingkat petani. Hanya, Bulog cukup kelabakan ketika musim panen raya bersamaan dengan musim hujan.
Gabah menjadi sangat basah dan perlu dikeringkan atau paling tidak kadar airnya berkurang, sehingga pengangkutan gabah menjadi lebih mudah. Alat pengering pun masih terbatas di Sleman.
“Kami tetap bisa menyerap gabah basah. Hanya saja yang perlu diperhatikan, kalau terlalu lama tidak diproses [keringkan], kualitas gabah bisa rusak,” katanya.
Bulog juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut. Kebijakan ini ia klaim memberi manfaat kepada petani, terutama dalam peningkatan ekonomi rumah tangga petani.
Ia menjelaskan ada momen-momen khusus di mana petani sangat terbantu atas harga per kg dan kemudahan penjualan gabah.
“Petani senang ada kepastian harga dan pembayaran kami lakukan langsung bisa tunai bisa transfer. Sewaktu lebaran kemarin banyak yang perlu uang juga, jadi momennya ketemu. Mereka terbantu,” ucapnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DP3 Sleman, Siti Rochayah Dwi Mulyani, mengatakan produksi gabah kering giling (GKG) dari awal tahun hingga September 2025 mencapai 176.645,35 ton. Kapanewon Ngemplak jadi wilayah paling banyak memproduksi GKG hingga 17.192,58 ton.
Dari sisi waktu panen, produksi paling tinggi ada pada April dan Agustus 2025 dengan 33.121,73 ton dan 33.352,94 ton dari 17 kapanewon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.