Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Atap rumah seorang warga Padukuhan Jranggung, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman bolong setelah tertimpa pohon pada Jumat (31/10/2025). -Istimewa/ BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Angin kencang memporak-porandakan Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Jumat (31/10/2025). Akibatnya, atap rumah seorang warga mengalami kerusakan parah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan angin kencang tersebut juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Salah satu pohon menimpa rumah warga di Padukuhan Jranggung RT 07 RW 03 bernama Sarijo.
Akibat kejadian itu, sekitar 22 pieces genteng rusak, satu batang reng baja ringan, dan satu batang usuk ikut patah.
“Ada juga di Sendangmulyo, Minggir, dan Gamping yang terdampak cuaca ekstrem hari ini,” kata Bambang saat dihubungi, Jumat (31/10/2025).
Hingga pukul 19.41 WIB, atap rumah warga di Padukuhan Planggokan, Kalurahan Sendangmulyo, belum tertangani, demikian pula di Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Banyuraden. Di lokasi tersebut juga terdapat pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan masih dalam proses evakuasi.
Adapun di Kapanewon Ngaglik, sebuah pohon tumbang menimpa kabel listrik dan sempat menutup jalan. Evakuasi telah selesai dilakukan, dan akses jalan kini sudah bisa dilalui kembali.
Di Kapanewon Berbah, pohon tumbang juga menutup akses jalan serta menimpa beberapa rumah warga. Tercatat empat rumah terdampak akibat kejadian ini.
BPBD Sleman telah mendistribusikan bantuan darurat kepada warga terdampak, serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari