Korupsi Monumen Reog, KPK Geledah Mobil Kepala Disbudparpora Ponorogo
KPK geledah kantor Disbudparpora Ponorogo dan periksa kepala dinas terkait dugaan korupsi proyek Monumen Reog.
Tersangka BSY (26) dihadirkan saat konferensi pers pengungkapan kasus penganiayaan terhadap mahasiswa di Mapolsek Jetis, Kota Yogyakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA/Luqman Hakim.
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang pria berinisial BSY (26) warga Gowongan, Jetis, Jogja ditangkap polisi setelah setahun buron atas kasus penganiayaan terhadap seorang mahasiswa. Pelaku sebelumnya masuk daftar pencarian orang dan kini telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kepala Polsek Jetis Kompol Sumalugi saat konferensi pers di Yogyakarta, Senin, mengatakan pelaku yang merupakan warga Gowongan, Jetis, ditangkap di rumahnya setelah sebelumnya sempat masuk daftar pencarian orang (DPO).
"Tersangka pada saat sebelum ditangkap ini memang sempat menghilang. Saat dipanggil oleh penyidik dan kita cari ke rumah maupun ke tempat-tempat yang biasa dijadikan tempat kumpulnya, pelaku tidak ada," ujar dia, Senin (10/11/2025).
Sumalugi menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 7 September 2024, sekitar pukul 07.00 WIB di sebuah warung, kawasan Bumijo, Jetis, Kota Jogja.
Kejadian bermula ketika korban bersama seorang temannya sedang berkaraoke di kawasan Pasar Kembang (Sarkem). Di tempat hiburan itu, korban tidak sengaja bersenggolan dengan pelaku hingga memicu adu mulut dan terjadi aksi pemukulan terhadap korban.
"Sebenarnya pada saat peristiwa di karaoke itu sudah bisa diselesaikan, artinya sudah sepakat bahwa persoalan itu tidak berkepanjangan," ujar dia.
Meski telah dilerai, kata Sumalugi, pelaku bersama rekannya ternyata masih membuntuti korban setelah keluar dari tempat tersebut.
Korban yang berboncengan dengan temannya sempat terjatuh di sekitar rel Jalan HOS Cokroaminoto saat dikejar pelaku. Dari situ, pelaku kemudian membawa korban ke sebuah warung di Bumijo, Jetis.
"Di lokasi itu, korban sebenarnya sudah menanyakan, karena persoalan di karaoke tadi kan sudah selesai. Tapi justru oleh pelaku, korban dipukuli lagi menggunakan knok hingga mengalami luka di dahi," ujar dia.
Korban yang mengalami luka robek di dahi sepanjang sekitar satu sentimeter kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Rapih dan melaporkan kejadian itu ke polisi.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan barang bukti berupa hasil visum, sementara alat knok yang digunakan pelaku masih dalam pencarian.
"Modusnya karena pelaku merasa dongkol, meskipun sebelumnya sudah sepakat damai," kata Sumalugi.
Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan. BSY, kata Sumalugi, juga diketahui merupakan residivis kasus serupa.
"Saat ini tersangka sudah kami tahan, dan berkas perkaranya telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum untuk diteliti," ujar Sumalugi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK geledah kantor Disbudparpora Ponorogo dan periksa kepala dinas terkait dugaan korupsi proyek Monumen Reog.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.