Mobil Listrik Kian Diminati di Jogja, Pajak Tahunan Hanya Rp200.000
Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di DIY dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan hemat
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Hasil pengukuran kebugaran ASN Pemkab Bantul menunjukkan masih banyak aparatur yang mengalami pra-hipertensi, hipertensi, hingga obesitas. Dinkes Bantul menyebut kondisi ini perlu segera mendapat perhatian melalui latihan fisik rutin.
Kepala Seksi Pemberdayaan, Promosi, dan Tata Kelola Dinkes Bantul, Subarda, menjelaskan pengukuran kebugaran jasmani dilakukan pada pertengahan tahun ini. Dari 123 ASN yang menjadi sasaran, dengan rincian 75 laki-laki dan 48 perempuan, hanya 119 orang yang dinyatakan layak mengikuti tes.
Adapun tujuan digelarnya tes adalah untuk memetakan kondisi kebugaran awal ASN, menentukan intervensi latihan yang tepat, serta memberikan konseling kesehatan.
"Tesnya berupa lari mengelilingi lapangan bola sebanyak empat putaran, pengukuran denyut nadi, dan pemeriksaan kesehatan umum seperti tekanan darah dan indeks massa tubuh (IMT)," katanya, Jumat (14/11/2025).
Menurut Subarda, hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa:
"Artinya, lebih dari separuh peserta [sekitar 65,8%] berada pada level tekanan darah yang perlu diwaspadai," jelasnya.
Dari sisi berat badan, hasil Indeks Massa Tubuh (IMT) juga mengkhawatirkan:
"Yang kurus hanya 0,81%," ungkapnya.
Meski demikian, pada penilaian kebugaran jasmani yang diukur melalui tes lari, hasilnya menunjukkan:
"Secara umum, kami menilai kebugaran ASN Bantul masih dalam kategori cukup, dengan catatan perlu olahraga ringan secara rutin untuk meningkatkan kualitas jasmaninya," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengatakan hasil tes kebugaran ASN Bantul ini harus menjadi motivasi bagi aparatur di lingkungan setempat. Ia merekomendasikan para abdi negara untuk mengoptimalkan latihan sesuai hobi masing-masing.
“Untuk mencapai tingkat kebugaran kategori baik, bisa berlatih 4–5 kali seminggu selama 40–60 menit, itu sudah ideal. Sementara yang ingin mempertahankan kategori cukup, latihan aerobik dasar tiga kali seminggu sudah mencukupi,” jelasnya.
Pilihan latihannya beragam, mulai dari jalan santai, joging, bersepeda, senam, renang, sepak bola, tenis, bulu tangkis, hingga basket. Agus menambahkan, kuncinya bukan pada jenis olahraga yang dipilih, melainkan pada konsistensi. Aktivitas fisik rutin dan pola hidup yang lebih sehat diharapkan dapat memperbaiki kebugaran ASN Bantul yang saat ini masih didominasi catatan kuning.
“Jika kebugaran meningkat, pelayanan publik ikut terdongkrak. Tubuh yang sehat akan mendukung kinerja yang lebih optimal," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di DIY dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan hemat
Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel pertama yang menghadirkan fitur Gemini Intelligence dari Google.
Persebaya diingatkan Bernardo Tavares agar tidak meremehkan Semen Padang meski lawan sudah degradasi ke Liga 2.
Primbon Jawa menyebut weton Jumat Pahing memiliki aura pemimpin, rezeki baik, dan karakter mudah disukai banyak orang.
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.
Primbon Jawa menyebut lima weton perlu lebih waspada saat Jumat Pahing. Simak penjelasan dan pantangan menurut tradisi Jawa.