Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seluruh calon jemaah haji (CJH) dari kuota utama dan lansia asal Kabupaten Gunungkidul telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan. Adapun pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) masih menunggu petunjuk teknis pusat.
Jabatan Fungsional Umum di Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Gunungkidul, Tomi Adhe Krisna, mengatakan jumlah CJH asal Kabupaten Gunungkidul yang ditetapkan berangkat pada 2026 sebanyak 325 orang. Upaya persiapan pemberangkatan juga sudah dilakukan sejak awal November ini.
Salah satu persiapan yang telah dilaksanakan adalah pemeriksaan kesehatan yang berlangsung di RSUD Wonosari pada 3-8 November 2025. Hasil pemeriksaan tersebut juga sudah keluar dan telah diserahkan ke masing-masing calon jemaah.
Meski demikian, Tomi mengakui pihaknya belum mendapatkan salinan hasil tes kesehatan tersebut. Pasalnya, setelah hasil diambil oleh masing-masing calon, dokumen tersebut langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk diinput datanya ke dalam aplikasi Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes).
“Yang jelas, semua calon jemaah yang terdiri dari kuota utama dan lansia telah melakukan pemeriksaan kesehatan. Syarat ini dibutuhkan guna mengetahui apakah calon bersangkutan memenuhi syarat atau tidak untuk Ibadah Haji,” katanya, Rabu (19/11/2025).
Adapun persiapan berikutnya adalah tentang pelunasan biaya perjalanan ibadah haji. Tomi mengakui hingga sekarang belum ada instruksi resmi dari Pemerintah Pusat untuk melakukan pelunasan.
“Kita masih sama-sama menunggu informasi dari pusat mengenai waktu pelunasan biaya perjalanan. Perkiraan November ini, tapi hingga sekarang belum ada instruksi,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Gunungkidul, Taufik Ahmad Soleh. Pihaknya sudah mendapatkan kabar mengenai rencana pelaksanaan pelunasan BPIH mulai 19 November, tetapi hal tersebut masih sebatas informasi karena belum ada tindak lanjutnya.
“Infonya memang dimulai 19 November, tapi hingga sekarang belum ada petunjuk teknis untuk pelaksanaan,” katanya.
Menurut dia, Kabupaten Gunungkidul memiliki kuota sebanyak 325 calon jemaah yang akan diberangkatkan tahun depan. “Sudah kami terima kuotanya. Dari kuota 325 calon jemaah, ada kuota lanjut usia [lansia] sebanyak 12 orang,” kata Taufik.
Dia menjelaskan, selain kuota utama, ada juga kuota cadangan. Untuk Kabupaten Gunungkidul, terdapat kuota cadangan sebanyak 92 orang, yang siap menggantikan calon jemaah yang berada di daftar utama pemberangkatan.
“Kuota cadangan disusun berdasarkan daftar antrean pada saat pendaftaran. Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.