BMKG DIY Peringatkan El Nino 2026, Potensi Kemarau Kering Menguat
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Kegiatan Gelar Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Sekolah digelar di SD Kalam Kudus Kota Jogja pada Sabtu (8/11/2025). Gerakan Reresik Sekolah yang digulirkan Disdikpora Kota Jogja sejak 2022 ini terus dilakukan untuk memberikan edukasi sampah sejak dini kepada para siswa. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan Gelar Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Sekolah digelar di SD Kalam Kudus Kota Jogja pada Sabtu (8/11/2025). Gerakan Reresik Sekolah yang digulirkan Disdikpora Kota Jogja sejak 2022 ini terus dilakukan untuk memberikan edukasi sampah sejak dini kepada para siswa.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Gelar Pelajar Pemuda 2025. Sekretaris Disdikpora Kota Jogja,Agus Trimadi mengatakan kegiatan Gelar Pelajar Pemuda dan Gerakan Reresik Sekolah merupakan kolaborasi untuk menggerakkan para pelajar untuk terlibat langsung menjaga kebersihan sekolah. Ia berharap melalui edukasi tersebut, pengelolaan sampah bisa tuntas di tingkat sekolah
"Jadi ini merupakan program Pemerintah Kota Jogja. Kami berharap dengan gerakan ini, seluruh masalah sampah yang ada di sekolah dapat selesai dikelola di lingkungan sekolah itu sendiri,” ujarnya.
Ia optimistis jika gerakan itu terus digulirkan maka perlahan akan menginspirasi sekolah lain dalam pengelolaan sampah. Ia juga berhrap kegiatan Disdikpora bersifat kolaboratif dan memberi manfaat nyata untuk kebersihan sekolah. Adapun pelaksanaan digelar di SD Kalam Kudus dengan alasan, sekolah tersebut tela melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.
"Pemilihan Yayasan Kalam Kudus sebagai tuan rumah juga memiliki alasan kuat. Lembaga tersebut dinilai konsisten menjalankan pengelolaan sampah, salah satunya melalui biopori fungsional yang telah digunakan lebih dari satu dekade," katanya.
Ketua Yayasan Kalam Kudus Cabang Jogja, Kris Pujianto menambahkan tak hanya kegiatan bersih-bersih, sekolahnya juga berusaha menanamkan pemahaman pengelolaan sampah sejak dini kepada para murid. Hal tersebut sejalan dengan program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang sedang digencarkan Pemerintah Kota Jogja.
Ia menekankan agar anak-anak terbiasa mengolah sampah organik, serta memilah sampah anorganik yang masih bisa didaur ulang agar memiliki nilai tambah.
"Aksi reresik ini digelar bersamaan dengan Kalam Kudus Fair 2025, yang menghadirkan pameran karya siswa, bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, aneka permainan ketangkasan, hingga kegiatan donor darah. Kehadiran berbagai aktivitas ini membuat suasana sekolah semakin meriah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Aldila Sutjiadi sukses melaju ke final Morocco Open 2026. Simak perjuangan Aldila/Zvonareva menuju gelar juara WTA 250 malam ini pukul 21.20 WIB.