Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Guru - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul masih kekurangan 1.120 guru untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di berbagai jenjang pendidikan. Saat ini jumlah guru aktif baru mencapai 3.929 orang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subaryanta, menjelaskan pemetaan kebutuhan sudah dilakukan. Untuk jenjang PAUD dan TK, ketersediaan guru relatif aman. Namun untuk SD dan SMP, kekurangan guru masih cukup besar.
Pada jenjang SD, kebutuhan mencapai 3.508 guru tetapi baru tersedia 2.876 orang. Sementara di tingkat SMP, kebutuhan guru sebanyak 1.468 orang namun baru terpenuhi 980 tenaga pengajar.
“Guru SD masih kurang 632 orang dan SMP sebanyak 488 guru. Jadi, total di Gunungkidul kekurangan 1.120 guru,” kata Agus, Jumat (21/11/2025).
Ia menambahkan, berbagai langkah dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal. Selain upaya penambahan guru, Dinas Pendidikan juga tengah mengkaji program regrouping sekolah untuk memaksimalkan sarana pembelajaran.
Regrouping dinilai bisa mengoptimalkan distribusi guru karena tenaga pendidik di sekolah yang digabung dapat dialihkan ke sekolah lain yang kekurangan pengajar. “Untuk regrouping masih dikaji karena tahun ini sudah ada dua sekolah yang digabung,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan upaya penambahan guru ASN terus dilakukan. Namun sejak 2021, tidak ada lagi rekrutmen melalui CPNS. “Terakhir rekrutmen CPNS untuk guru terlaksana di 2020,” ucap Nunuk.
Menurut dia, rekrutmen saat ini difokuskan melalui jalur PPPK guna meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN. “Kami tetap berupaya ada penambahan guru. Namun pelaksanaannya menunggu selesainya pengangkatan PPPK paruh waktu yang masih berlangsung,” katanya.
Meski kekurangan guru, Nunuk memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan seperti biasa. “Pelajaran di sekolah tetap berjalan seperti biasa,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.