Tujuh Tim Melaju ke Grand Final Potek Dance Fest 2026, Berebut Tiket ke Jepang
Tujuh tim dance terbaik siap bertarung di Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan, Jogja, 30 Agustus.
Silaknas Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atau FORDIPAS, dan The 5th International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS). /Istimewa.
Harianjogja.com JOGJA—Silaknas Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atau FORDIPAS, dan The 5th International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS) digelar di Jogja pada Jumat (21/11/2025) hingga Minggu (23/11/2025). Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan ini.
Silaknas FORDIPAS merupakan agenda penting untuk menjaga jejaring dan sinergi antardirektur Pascasarjana PTKIN se-Indonesia.
"Sedangkan INCOILS merupakan wadah penting untuk mengonsolidasikan kekuatan akademik kita, memperkuat tradisi riset, dan menghadirkan kontribusi intelektual yang relevan bagi masyarakat luas," kata Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Moch. Nur Ichwan dilansir Antara, Sabtu (22/11/2025).
Melalui NCOILS 2025, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai pusat kajian Islam modern yang mengedepankan keberlanjutan, kemanusiaan, dan integrasi-interkoneksi pengetahuan. Konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis dan memperkuat kolaborasi jangka panjang dalam menjawab tantangan kemanusiaan dan ekologis kontemporer.
Ketua FORDIPAS Profesor Akhyak menambahkan INCOILS merupakan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring ilmiah Program Pascasarjana PTKIN. Setiap gagasan yang lahir dari FORDIPAS dan INCOILS merupakan ikhtiar untuk merawat nilai, memperluas pemahaman, dan meneguhkan peradaban.
"Pada pelaksanaan 2025, konferensi tersebut mengambil tema besar yaitu Religion, Law, and Environmental Sustainability, INCOILS 2025 menyoroti hubungan timbal balik antara agama, hukum, dan keberlanjutan lingkungan dalam merespons tantangan global," ujarnya.
Menurutnya tema ini merefleksikan kegelisahan akademisi muslim atas krisis ekologis, perubahan sosial, dinamika politik internasional, dan kebutuhan akan paradigma keilmuan yang lebih integratif dan transformatif.
Dalam pertemuan ini akan melibatkan 10 panel yang mendiskusikan isu lingkungan berkelanjutan dari berbagai perspektif seperti ekoteologi, studi al-Qur’an dan hadis, hukum Islam, psikologi, sosiologi, ekonomi, linguistik, dan pendidikan.
"Sebagai forum ilmiah tahunan, ini bertujuan memperkuat ekosistem akademik nasional, meningkatkan reputasi riset, dan memperluas kolaborasi ilmu antar-PTKIN dan mitra internasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tujuh tim dance terbaik siap bertarung di Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan, Jogja, 30 Agustus.
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang
Bala Mataram Rescue yang tumbuh dari suporter PSIM kini memiliki ambulans sendiri berkat bantuan Brajamusti Rantau untuk misi kemanusiaan
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.