Forum Direktur Pascasarjana PTKIN Bahas Isu Lingkungan dan Hukum Agama

Newswire
Newswire Minggu, 23 November 2025 04:07 WIB
Forum Direktur Pascasarjana PTKIN Bahas Isu Lingkungan dan Hukum Agama

Silaknas Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atau FORDIPAS, dan The 5th International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS). /Istimewa.

Harianjogja.com JOGJA—Silaknas Forum Direktur Pascasarjana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atau FORDIPAS, dan The 5th International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS) digelar di Jogja pada Jumat (21/11/2025) hingga Minggu (23/11/2025). Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan ini.

Silaknas FORDIPAS merupakan agenda penting untuk menjaga jejaring dan sinergi antardirektur Pascasarjana PTKIN se-Indonesia.

"Sedangkan INCOILS merupakan wadah penting untuk mengonsolidasikan kekuatan akademik kita, memperkuat tradisi riset, dan menghadirkan kontribusi intelektual yang relevan bagi masyarakat luas," kata Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Moch. Nur Ichwan dilansir Antara, Sabtu (22/11/2025).

Melalui NCOILS 2025, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai pusat kajian Islam modern yang mengedepankan keberlanjutan, kemanusiaan, dan integrasi-interkoneksi pengetahuan. Konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis dan memperkuat kolaborasi jangka panjang dalam menjawab tantangan kemanusiaan dan ekologis kontemporer.

Ketua FORDIPAS Profesor Akhyak menambahkan INCOILS merupakan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring ilmiah Program Pascasarjana PTKIN. Setiap gagasan yang lahir dari FORDIPAS dan INCOILS merupakan ikhtiar untuk merawat nilai, memperluas pemahaman, dan meneguhkan peradaban.

"Pada pelaksanaan 2025, konferensi tersebut mengambil tema besar yaitu Religion, Law, and Environmental Sustainability, INCOILS 2025 menyoroti hubungan timbal balik antara agama, hukum, dan keberlanjutan lingkungan dalam merespons tantangan global," ujarnya.

Menurutnya tema ini merefleksikan kegelisahan akademisi muslim atas krisis ekologis, perubahan sosial, dinamika politik internasional, dan kebutuhan akan paradigma keilmuan yang lebih integratif dan transformatif.

Dalam pertemuan ini akan melibatkan 10 panel yang mendiskusikan isu lingkungan berkelanjutan dari berbagai perspektif seperti ekoteologi, studi al-Qur’an dan hadis, hukum Islam, psikologi, sosiologi, ekonomi, linguistik, dan pendidikan.

"Sebagai forum ilmiah tahunan, ini bertujuan memperkuat ekosistem akademik nasional, meningkatkan reputasi riset, dan memperluas kolaborasi ilmu antar-PTKIN dan mitra internasional," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online