Gasak Motor Schoopy, Maling Spesialis Perhiasan Asal Ponjong Ditangkap
Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Semugih, Kapanewon Rongkop dengan tersangka GS asal Tambakromo, Ponjong.
Ilustrasi miras. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wabup Joko Parwoto menyatakan penyalahgunaan miras adalah ancaman serius bagi keluarga dan masyarakat. Pada penyuluhan di Logandeng, ia menegaskan bahwa penanganan miras perlu dilakukan secara bersama, bukan hanya mengandalkan aparat.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Penyuluhan Pencegahan Peredaran dan Penggunaan Minuman Keras di Kalurahan Logandeng, Playen Selasa (25/11/2025).
“Penyalahgunaan miras merupakan musuh nyata yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan keluarga dan masyarakat,” kata Joko.
Menurut dia, peredaran dan penyalahgunaan minuman keras bukanlah persoalan kecil, melainkan musuh bersama yang harus diperangi. Pasalnya, dampak miras sangat luas, mulai dari gangguan kesehatan, pemicu kekerasan dalam rumah tangga, keributan, hingga menurunnya produktivitas generasi muda yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan.
Menurut dia, penanganan peredaran miras tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif, dimulai dari keluarga, lingkungan RT/RW, hingga tingkat kalurahan.
“Sistem Keamanan Lingkungan [Siskamling] dalam upaya pencegahan tindak kriminalitas, namun keberadaannya juga bisa untuk memerangi miras,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan revitalisasi dan pengaktifan kembali Siskamling di setiap wilayah.
“Mari kita hidupkan kembali semangat kegotongroyongan. Siskamling harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan kita dari ancaman dan bahaya miras,” kata Wakil Bupati.
Menurut dia, pencegahan terhadap peredaran miras menjadi bagian untuk membangun masa depan Gunungkidul yang lebih bersih, sehat, serta terbebas dari jeratan minuman keras. Ia berharap penyuluhan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Logandeng dan wilayah sekitarnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, bahwa penyuluhan peredaran miras diikuti oleh puluhan peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk peredaran minuman keras. “Sosialisasi dan edukasi ini akan terus kita galakkan,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pengawasan serta mendukung upaya mempersempit ruang peredaran miras secara bebas. Pasalnya, upaya distribusi minuman beralkohol hanya berlangsung di tempat-tempat yang telah mengantongi izin resmi dari pemerintah. “Sudah ada aturannya dan itu harus ditegakkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Semugih, Kapanewon Rongkop dengan tersangka GS asal Tambakromo, Ponjong.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin (13–15 Juni 2026) ini, mengangkat tema Nyawiji Dadi Siji, Panjaga Nusantara dan wajib diikuti oleh selur
Prahdiska Bagas Shujiwo menyingkirkan Lee Zii Jia, sementara Muhamad Yusuf melaju mulus ke babak 16 besar Macau Open 2026.
Dinkes Bantul menargetkan 460 ribu warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 melalui strategi jemput bola ke komunitas dan instansi.
Lionel Messi mencetak hattrick pertama di Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose.
Pemkot Jogja menaikkan kuota afirmasi SPMB SMP 2026 menjadi 25 persen untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa KSJPS dan disabilitas.