Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bantuan Sosial (Bansos) beras dan minyak goreng mulai disalurkan di Kabupaten Gunungkidul. Total warga yang menerima bantuan sebanyak 94.426 keluarga penerima manfaat.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Gunungkidul, Suyono mengatakan, bansos beras dan minyak goreng mulai disalurkan pada Kamis (25/11/2025). Setiap keluarga penerima manfaat memeroleh bantuan berupa beras seberat 20 kilogram dan minyak goreng empat liter.
“Bantuan diberikan untuk penyaluran November dan Desember,” kata Suyono, Jumat (28/11/2025).
Dia menjelaskan, bansos ini diberikan kepada 94.426 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Gunungkidul. Adapun penyaluran bantuan berlangsung di masing-masing kalurahan sesuai dengan jadwal yang mengacu pada hasil koordinasi dengan Bulog.
“Sekarang masih berlangsung karena ditargetkan penyaluran bantuan dapat terselesaikan pada 5 Desember mendatang,” ungkapnya.
Meski tidak menangani langsung dalam penyaluran, Suyono memastikan ada upaya monitoring agar pelaksanaan dapat berjalan lancar. Di sisi lain, juga sebagai sarana memastikan bantuan dapat tepat sasaran serta kualitas dari barang yang diberikan sesuai dengan standar layak konsumsi.
“Kami terus melakukan monitoring. Kalau ada temuan masalah langsung dilakukan penanganan agar tidak mengganggu proses penyaluran bantuan,” imbuh Suyono.
Ditambahkan dia, selain bansos beras dan minyak, di saat bersamaan juga disalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra. Total penerima bantuan ada 82.509 keluarga penerima manfaat.
“Untuk penyaluran, masing-masing penerima mendapatkan Rp200.000 per bulannya, yang masuk lewat rekening di Kartu Gesek Merah Putih milik warga,” katanya.
Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Hadi Hendro Prasetyo mengatakan, November ini menjadi bulan pencairan bansos. Pasalnya, sebelum ada pencairan bansos beras dan minyak serta BLT Kesra, di pertengahan November ini juga disalurkan BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).
“Oktober lalu juga ada penyaluran bansos untuk Program Keluarga Harapan [PKH],” kata Hendro.
Dia menjelaskan, untuk BLT DBH-CHT ada 1.305 petani atau buruh tani tembakau memeroleh bantuan. Penyaluran ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No.72/2024 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Sesuai ketentuan tersebut, bantuan diberikan kepada petani maupun buruh tani tembakau dalam bentuk BLT.
“DBH-CHT merupakan bagian dari transfer ke daerah yang diberikan kepada kabupaten penghasil cukai dan atau kabupaten penghasil tembakau,” kata Hendro.
Menurut Hendro, penerima manfaat BLT DBH-CHT akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp600.000. Adapun total bantuan yang disediakan pemkab untuk program ini sebesar Rp783 juta.
“Calon penerima sudah membuka rekening di Bank Daerah Gunungkidul yang akan menyalurkan bantuan ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu performa seksual, mulai dari sulit ereksi hingga menurunnya sensitivitas tubuh.