Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Kantor BPBD Bantul./ Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan jembatan darurat di Srikeminut, Sriharjo, Imogiri, hampir rampung dan menjadi langkah utama Pemkab Bantul memulihkan akses warga setelah jalan putus akibat longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menjelaskan bahwa konstruksi jembatan sementara berbahan bambu sudah dikerjakan sejak beberapa hari lalu dan diperkirakan bisa digunakan pada akhir pekan ini.
“Progres penanganan jalan longsor dengan bronjong itu, sudah sekitar 25-an persen. Karena, target penanganan jalan tersebut rampung sekitar tanggal 23–25 Desember 2025,” kata Mujahid, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, langkah itu penting dilakukan untuk menekan risiko longsor susulan di titik rawan.
Tak kurang dari 800 bronjong dipasang sebagai penguat konstruksi, sementara empat ekskavator dikerahkan untuk bekerja di bantaran Sungai Oya. Pekerjaan tersebut meliputi membelah aliran sungai, merapikan struktur tanah, hingga memperkuat fondasi jalur warga.
Ia menambahkan, apabila seluruh penanganan darurat berjalan sesuai rencana, sebagian akses sudah bisa dipakai masyarakat meski dengan pembatasan.
“Targetnya, penanganan darurat selesai bisa dilewati oleh masyarakat meskipun masih terbatas. Karena yang jembatan darurat itu kan bisa untuk kendaraan sepeda motor, sedangkan mobil tetap lewat jembatan besar di Selopamioro,” jelasnya.
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, mengonfirmasi bahwa alat berat masih terus bekerja di titik jalan putus. Selain pembuatan jembatan darurat, tebing yang longsor juga mendapat penanganan cepat untuk menghindari erosi lanjutan.
“Penanganan yang di situ kan lama. Butuh waktu 21 hari. Maka, selama penanganan itu, Pemkab Bantul membuat jembatan darurat bambu dan itu masih berproses bahkan hampir selesai,” ujar Titik.
Sambil menunggu jembatan darurat rampung, warga Padukuhan Wunut dan Sompok masih mengandalkan jalur alternatif buatan masyarakat yang berada di dekat lokasi longsor. Akses itu digunakan sementara hingga Pemkab menyelesaikan pembangunan jembatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.