Dua SPPG di Kulonprogo Masih Disetop, Perizinan Jadi Sorotan
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
\nSeorang warga Wates membeli empon-empon yang dipercaya dapat menangkal virus Corona di Pasar Wates, Kamis (12/3/2020). /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri\n
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) didorong memperkuat usaha empon-empon yang mampu memberi pendapatan rutin, sekaligus mengembangkan ekowisata dan produk perhutanan sosial.
Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Catur Endah Prasetiani, membenarkan bahwa budi daya empon-empon saat ini sudah menjadi salah satu potensi usaha yang dikembangkan oleh KUPS di Kulonprogo.
"Selain beberapa KUPS juga mengembangkan jasa lingkungan berbasis ekowisata, beberapa potensi usaha yang dikembangkan KUPS di Kulonprogo antara lain adalah budidaya empon-empon yang mampu memberikan pendapatan rutin bagi masyarakat," kata Catur Endah kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).
Catur Endah menambahkan, Kulonprogo dikenal sebagai pionir pengembangan ekowisata berbasis Hutan Kemasyarakatan Mandiri (HKM). Salah satu HKM yang telah berhasil dikembangkan adalah Kalibiru, yang berhasil memanfaatkan potensi lanskap dan budaya setempat sebagai sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Ke depan, KLHK akan terus mendorong penguatan kelembagaan, badan hukum, dan unit usaha KUPS. Tujuannya agar KUPS dapat memperluas jangkauan dan efisiensi usahanya.
"Nantinya diharapkan pula [KUPS] dapat berkolaborasi dengan Bumdes [Badan Usaha Milik Desa] dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mengembangkan produk-produk hasil usaha perhutanan di setiap kabupaten/kota," ucapnya.
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha perhutanan sosial, para pelaku KUPS di Kulonprogo diberikan bimbingan teknis (bimtek) dan peningkatan kapasitas.
Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi antara Komisi IV DPR RI, Ditjen Perhutanan Sosial KLHK, dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Bimbingan teknis tersebut bertujuan memastikan KUPS memiliki kemampuan manajerial dan teknis yang memadai dalam mengolah dan memasarkan produk-produk perhutanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.