Bantuan Modal UMKM di Bantul Diperluas, Fokus Warga Miskin Ekstrem
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat melepas tim PKDD PMI Bantul ke Aceh Tamiang untuk membantu pemulihan bencana di kantor PMI setempat, Jumat (12/12/2025)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mengerahkan tim relawan kemanusiaan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk membantu pemulihan pascabencana banjir bandang di wilayah tersebut. Tim yang diberangkatkan merupakan Pelayanan Kegawatdaruratan Dasar (PKDD) beranggotakan enam orang dengan masa tugas 24 hari.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan kebutuhan penyintas tidak cukup dipenuhi dengan bantuan logistik saja, tetapi juga layanan kesehatan dan dukungan psikologis yang berkelanjutan.
“Di Aceh Tamiang, korbannya lebih banyak, lingkungannya juga parah. Ini menuntut adanya layanan kesehatan untuk mencegah penyakit endemi ataupun pandemi yang mungkin saja terjadi,” ujarnya saat melepas tim PKDD di Kantor PMI Bantul, Jumat (12/12/2025).
Tim PKDD terdiri atas dua bidan, satu perawat, satu tenaga dukungan psikososial, seorang driver, serta satu safety officer. Halim juga menyampaikan terima kasih kepada warga Bantul yang telah menyalurkan donasi melalui PMI maupun kanal organisasi lainnya.
“Kebutuhan logistik dan kesehatan masih terus diperlukan. Donasi masih kami buka. Mari sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, bukan hanya di Aceh, tapi juga Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Banjarnegara,” kata Halim.
Ketua PMI Bantul, Agus Budi Raharja, menuturkan pengiriman relawan ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap rentetan bencana di sejumlah daerah, termasuk di Sumatera. Perjalanan menuju Aceh Tamiang diperkirakan memakan waktu lima hari, dengan masa tugas di lokasi selama 14 hari sehingga total pengabdian mencapai 24 hari.
“Ini langkah awal agar kontribusi kita dapat segera dirasakan masyarakat terdampak. Biaya operasional relawan nantinya menggunakan dana hasil bulan dana PMI 2025,” ujar Agus. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan serta ajakan untuk terus membuka ruang donasi demi mendukung kebutuhan logistik, tenaga medis, dan layanan psikososial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.